Pesta Pernikahan Tanpa Hidangan, Uang Klien Wedding Organizer Raib untuk Beli Rumah

- Selasa, 09 Desember 2025 | 10:25 WIB
Pesta Pernikahan Tanpa Hidangan, Uang Klien Wedding Organizer Raib untuk Beli Rumah

MURIANETWORK.COM – Ayu Puspita, pemilik sebuah wedding organizer, akhirnya diamankan polisi. Bukan sendirian, empat orang lain yang disebut-sebut sebagai manajer dan karyawannya turut dibawa untuk dimintai keterangan. Penangkapan ini terkait laporan penggelapan uang klien yang berdatangan sejak awal Desember lalu di Jakarta Timur.

Sebenarnya, bisnis yang dijalankan Ayu terlihat normal. WO-nya menawarkan jasa lengkap, mulai dari merencanakan, mengoordinasi vendor, sampai memastikan hari bahagia klien berjalan mulus. Tapi rupanya, di balik itu ada permainan uang yang tidak benar.

Semua berawal dari sebuah video yang diunggah seorang klien. Dalam rekaman itu, terlihat pesta pernikahan yang sunyi dari hidangan, padahal sang klien sudah membayar lunas. Video itu viral. Dan seperti membuka kotak pandora, satu per satu korban lain pun muncul. Mereka marah, lalu bergerombol mendatangi rumah Ayu di kawasan Kayu Putih, Jakarta Timur.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, membenarkan hal ini. Menurutnya, para korban sudah membayar, namun janji di hari-H tak kunjung datang.

"WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan resepsi, kemudian pada hari H tidak terlaksana sesuai kesepakatan. Salah satu contoh, makanan yang harusnya dihadirkan saat pesta tidak datang," jelas Erick.

Soal jumlah kerugian dan korban, polisi masih menghitung. “Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru,” lanjutnya. Saat ditekan para korban di rumahnya, Ayu Puspita mengaku tak punya simpanan. Saldo rekeningnya cuma tersisa Rp463 ribu jumlah yang sangat timpang dibanding uang klien yang hilang.

Menariknya, tetangga sekitarnya pun terkejut. Azli, Ketua RT setempat, mengaku Ayu dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Warga tak banyak tahu soal bisnis WO-nya. Bahkan KTP-nya belum diserahkan untuk data warga.

"Kalau melihat sehari-hari, hari Sabtu, Jumat wah itu ramai sekali di rumahnya tuh. Ada tujuh juru masaknya, belum mobil-mobil angkutan untuk acara mendukung usaha catering," kata Azli menggambarkan kesibukan yang sempat terlihat.

Lalu, ke mana larinya uang klien yang mencapai ratusan juta itu?

Ayu Puspita mengaku terang-terangan. Uang itu dipakai untuk kepentingan pribadi, termasuk membeli rumah dan jalan-jalan ke luar negeri. Di hadapan awak media, dia berjanji akan mengembalikan uang tersebut setelah rumahnya terjual.

“Cuma saya ada KPR, cuma memang kan di situ, memang di situ saya DP-nya lumayan besar. Nah, itu saya lagi berusaha untuk saya jual. Itu asetnya nanti bisa untuk refund inilah, salah satu usaha saya,” beber Ayu.

Model bisnisnya pun amburadul. Sistemnya seperti skema Ponzi: uang dari klien baru dipakai untuk nutupi kekurangan pesanan klien lama. “Makanya itu kemarin benar-benar yang waktu bermasalah, yang masalah katering itu, itu memang baru sekali... Sebelumnya, kami tidak pernah untuk kekurangan katering, malah lebih,” imbuhnya mencoba membela diri.

Di sisi lain, para korban harus menelan pil pahit. Samuel, salah satunya, bercerita pernikahannya di Gedung Pelindo, Jakarta Utara, pada 6 Desember 2025, berantakan total. Katering yang sudah dibayar Rp82 juta tak kunjung datang. Tamu-tamu kecewa dan pulang lebih cepat, memaksa keluarga memesan makanan online dadakan.

Korban lain bahkan ada yang kehilangan Rp100 juta, uang yang ditabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan anaknya. Emosi pun meledak.

"WO Ayu Puspita lo jahat banget! ada orang yang harus nabung tahunan demi wujudkan wedding dream mereka, banyak yang pingsan sampai masuk RS karena kalian tipu," ucap salah satu korban dengan nada kesal.

Kini, kasus ini berada di tangan penyidik. Sementara ratusan juta uang calon pengantin raib, yang tertinggal hanya janji pengembalian dan saldo rekening yang tak seberapa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler