Hampir seratus juta rupiah. Itulah jumlah tabungan yang lenyap begitu saja dari genggaman Miftahul (29), tepat di saat pernikahannya tinggal menghitung hari. Ia dan pasangannya, Julham (28), menjadi korban terbaru dari dugaan penipuan wedding organizer yang kini sedang disorot. Impian tentang hari bahagia itu tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk.
Dengan suara gemetar, harapannya sederhana namun terasa berat: uangnya kembali. "Harapan saya ya duit saya balik ya," ujarnya. Pernikahan yang dijadwalkan kurang dari dua pekan lagi masih bisa diselamatkan, setidaknya itu yang ia pikirkan.
Kalimat itu ia ucapkan di Polres Metro Jakarta Utara, Senin lalu. Wajahnya lelah. Sejak kasus ini terbongkar, hampir seluruh waktunya tersita untuk mengurus laporan dan proses hukum. Mereka pulang larut malam, keesokan harinya langsung kembali berurusan dengan polisi. Untuk memikirkan solusi atau mencari WO pengganti? Belum sama sekali. Pikirannya masih kacau.
"Belum ada diskusi apa pun sama keluarga, belum ada jalan tengah apa pun," tuturnya. Semuanya berjalan terlalu cepat.
Namun begitu, harapan untuk melihat uangnya kembali tampak samar. Setelah mendengar pengakuan terduga pelaku saat digerebek, rasanya seperti ditampar. Pelaku mengaku tak punya aset untuk mengganti kerugian.
Miftahul melanjutkan, kerugian korban secara keseluruhan disebutkan mencapai angka fantastis, sekitar Rp 16 miliar. Sementara aset yang disebut pelaku tak sampai seperenambelasnya. Angka-angka itu hanya membuatnya semakin pusing.
Artikel Terkait
Nadiem Jadi Saksi Mahkota, Bantah Terkait Keuntungan Rp809 Miliar dari Proyek Chromebook
Trump Ancam Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei untuk Penuhi Tuntutan AS
Durian Asia Tenggara: Dari Musang King hingga Petruk, Ragam Raja Buah yang Mendunia
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir Tahun