Tabungan Pernikahan Rp 100 Juta Raib, Pasangan Ini Hanya Berharap Uangnya Kembali

- Selasa, 09 Desember 2025 | 04:06 WIB
Tabungan Pernikahan Rp 100 Juta Raib, Pasangan Ini Hanya Berharap Uangnya Kembali

Hampir seratus juta rupiah. Itulah jumlah tabungan yang lenyap begitu saja dari genggaman Miftahul (29), tepat di saat pernikahannya tinggal menghitung hari. Ia dan pasangannya, Julham (28), menjadi korban terbaru dari dugaan penipuan wedding organizer yang kini sedang disorot. Impian tentang hari bahagia itu tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk.

Dengan suara gemetar, harapannya sederhana namun terasa berat: uangnya kembali. "Harapan saya ya duit saya balik ya," ujarnya. Pernikahan yang dijadwalkan kurang dari dua pekan lagi masih bisa diselamatkan, setidaknya itu yang ia pikirkan.

“Mau dia dihukum, emang lebih bagusnya dihukum biar nggak ada korban lainnya. Tapi saya paling berharap duit saya balik sih. Duit saya balik,”

Kalimat itu ia ucapkan di Polres Metro Jakarta Utara, Senin lalu. Wajahnya lelah. Sejak kasus ini terbongkar, hampir seluruh waktunya tersita untuk mengurus laporan dan proses hukum. Mereka pulang larut malam, keesokan harinya langsung kembali berurusan dengan polisi. Untuk memikirkan solusi atau mencari WO pengganti? Belum sama sekali. Pikirannya masih kacau.

"Belum ada diskusi apa pun sama keluarga, belum ada jalan tengah apa pun," tuturnya. Semuanya berjalan terlalu cepat.

Namun begitu, harapan untuk melihat uangnya kembali tampak samar. Setelah mendengar pengakuan terduga pelaku saat digerebek, rasanya seperti ditampar. Pelaku mengaku tak punya aset untuk mengganti kerugian.

“Harapan untuk di-refund itu nggak ada. Karena ya dia nggak punya aset, kata dia. Cuma kita kan korban tidak percaya dia tidak punya aset kan,”

Miftahul melanjutkan, kerugian korban secara keseluruhan disebutkan mencapai angka fantastis, sekitar Rp 16 miliar. Sementara aset yang disebut pelaku tak sampai seperenambelasnya. Angka-angka itu hanya membuatnya semakin pusing.

Lelahnya Menabung, Pedihnya Kehilangan

Mengikhlaskan uang yang hilang? Jangan harap. Bagi Miftahul, uang hampir seratus juta itu bukan sekadar angka. Itu adalah keringat dan pengorbanan bertahun-tahun. "Banyak banget lah pengorbanan di situ," keluhnya. Lembur di sana-sini, menahan diri untuk tidak jajan, semua demi satu hari yang semestinya menjadi yang terindah.

Di sisi lain, kemarahan juga menyala. Ia mendesak agar pelaku dihukum berat. Bukan cuma untuk dirinya, tapi juga untuk puluhan korban lainnya. Ia menyebut ada korban yang jadwal pernikahannya bahkan lebih dekat, tinggal empat atau lima hari lagi.

“Itu belum ada apa-apa karena duitnya hilang kan. Nah, saya harap dia dihukum yang seberat-beratnya gitu, biar nggak ada korban lain,”

Kasus ini sendiri mulai mencuat setelah sebuah video pesta pernikahan yang menyedihkan viral di media sosial. Tampak meja panjang dengan wadah makanan, namun kosong melompong. Dekorasinya sederhana, dan yang paling mencolok: nama wedding organizer terkait terpampang jelas di sana.

Polisi telah bergerak. Pemilik WO berinisial APD telah diamankan dari rumahnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Empat orang lain turut diamankan. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, modusnya adalah janji palsu. WO ini diduga memberikan jasa yang tak sesuai spesifikasi, mulai dari tenda, katering, hingga booth. Saat dikonfirmasi, mereka diam seribu bahasa.

Laporan pertama masuk pada 7 Desember, sehari setelah sebuah pernikahan berlangsung ala kadarnya. Kini, setidaknya 88 klien mengaku dirugikan. Kerugiannya? Mencapai miliaran rupiah. WO ini diketahui memiliki dua kantor, di Pulogadung dan Cipayung, sama-sama di Jakarta Timur.

Bagi Miftahul dan Julham, hitungan mundur menuju hari H terus berjalan. Tanpa uang, tanpa kepastian. Hanya ada kelelahan, kekecewaan, dan satu tumpukan berkas laporan polisi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar