Respons Kilat dari Pusat Pemerintahan
Pemerintah langsung bergerak cepat. Hanya dalam hitungan menit pasca gempa, tepatnya pukul 23.16 waktu setempat, satuan tugas khusus sudah dibentuk di pusat manajemen krisis kantor perdana menteri.
Perdana Menteri Takaichi Sanae sendiri tiba di lokasi tak lama kemudian, sekitar pukul 23.50. Langkahnya sigap. Ia langsung memerintahkan agar informasi tsunami dan perintah evakuasi disebarluaskan secepat mungkin kepada publik.
Fokusnya jelas: mencegah korban jiwa. Evakuasi penduduk jadi prioritas, sambil terus mendata kerusakan yang terjadi.
"Pemerintah pusat akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berupaya maksimal menjalankan berbagai langkah, termasuk respons darurat dan penyelamatan bagi warga terdampak," tegas Takaichi, seperti dikutip NHK.
Pada Selasa (9/12) pagi, Sekretaris Kabinet Kihara Minoru tampil dalam konferensi pers. Ia mengonfirmasi bahwa penilaian kerusakan masih terus berlangsung.
“Kami mengerahkan seluruh upaya untuk langkah pencegahan bencana,” ujarnya. Operasi penyelamatan dan bantuan, menurutnya, adalah yang paling utama saat ini.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Sepanjang Hari di Makassar dan Sebagian Besar Sulsel
KPK Tahan Bupati Rejang Lebong Terkait Dugaan Suap Proyek Ijon
22 WNI Dievakuasi dari Iran, Tiba dengan Selamat di Soekarno-Hatta
OJK Cabut Izin BPR Koperindo Jaya, Lima Bank Gulung Tikar dalam Tiga Bulan