Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

- Selasa, 09 Desember 2025 | 01:06 WIB
Gempa 7,6 Magnitudo Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa dahsyat mengguncang Jepang pada Senin malam. Kekuatannya mencapai 7,6 magnitudo. Tak lama setelahnya, peringatan tsunami pun dikeluarkan.

Menurut data dari Survei Geologi AS, pusat gempa berada di lepas pantai Misawa, sebuah kota di Prefektur Aomori. Guncangan itu terjadi di kedalaman sekitar 53 kilometer di bawah permukaan laut. Getarannya ternyata dirasakan hingga ke Sapporo, kota utama di utara. Di sana, alarm di ponsel-ponsel warga berbunyi nyaring, memecah keheningan malam.

Rekaman langsung dari lokasi kejadian cukup memprihatinkan. Kaca-kaca bangunan berhamburan, memenuhi jalanan di Hachinohe. Warga yang panik terlihat bergegas meninggalkan rumah mereka, mencari perlindungan di balai kota setempat.

Seorang reporter NHK yang berada di Hokkaido menggambarkan mencekamnya momen itu.

"Guncangannya berlangsung lama, kira-kira 30 detik. Saya sampai tidak bisa berdiri tegak," ujarnya.

Di sisi lain, seorang pegawai hotel di Hachinohe, Aomori, mengkonfirmasi bahwa ada sejumlah orang yang terluka akibat bencana ini. Rinciannya masih belum jelas.

Badan Meteorologi Jepang bergerak cepat. Mereka mengeluarkan peringatan tsunami, bahkan memprediksi gelombang bisa mencapai ketinggian tiga meter. Kenyataannya, gelombang pertama yang tercatat menghantam sebuah pelabuhan di Aomori sekitar pukul 11.43 malam. Beberapa gelombang susulan, dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter, juga dilaporkan mencapai garis pantai.

Peringatan dari pemerintah pun disampaikan dengan nada serius. Juru bicara utama, Minoru Kihara, mendesak masyarakat untuk tidak lengah.

“Bahkan setelah gelombang pertama, gelombang kedua atau ketiga dengan ketinggian yang lebih besar bisa datang,” katanya kepada para wartawan.

Pesan intinya jelas: warga diminta tetap berada di tempat aman sampai situasi benar-benar dinyatakan aman.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar