Prabowo Buka Lawatan Bersejarah di Pakistan, Disambut Langsung Presiden Zardari

- Senin, 08 Desember 2025 | 17:15 WIB
Prabowo Buka Lawatan Bersejarah di Pakistan, Disambut Langsung Presiden Zardari

Jakarta, Senin siang. Pesawat Kepresidenan Indonesia akhirnya mendarat dengan mulus di Pangkalan Udara Nur Khan, Pakistan. Di dalamnya, Presiden Prabowo Subianto bersiap untuk memulai lawatan resminya. Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Agenda dua hari itu, 8-9 Desember 2025, menandai pertama kalinya Prabowo menginjakkan kaki di Pakistan sebagai kepala negara.

Kabar kedatangan itu sendiri diumumkan oleh Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta lewat akun Instagram @pakinindonesia. Mereka mengunggah dua foto yang cukup berbicara.

Dalam foto-foto itu, Presiden Prabowo, dengan setelan jas lengkap dan peci hitam, turun dari pesawat. Yang menyambutnya langsung adalah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari sendiri. Di sampingnya, Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif juga tampak hadir. Suasana penyambutan terlihat khidmat dengan jajar kehormatan yang berbaris rapi di bawah garbarata.

"Selamat datang di Pakistan. Presiden Asif Ali Zardari, didampingi oleh Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif, menyambut Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto setibanya di Pangkalan Udara Nur Khan,"

Begitu bunyi keterangan dari Kedubes Pakistan. Mereka juga menekankan betapa spesial momen ini. Lawatan terakhir dari Indonesia dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 2018. Jadi, sudah tujuh tahun berlalu. Namun begitu, ada nilai sejarah lain yang membuat kunjungan Prabowo kali ini punya "rasa" berbeda.

Ya, tahun 2025 ini tepat merupakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Sebuah tonggak yang patut dirayakan.

Lalu, apa saja agenda padat yang menanti Prabowo di Islamabad?

Rencananya, ia akan menggelar pembicaraan tingkat delegasi dengan PM Shehbaz Sharif. Pertemuan terpisah juga dijadwalkan dengan Presiden Zardari. Tak ketinggalan, Prabowo akan bersilahturahmi dengan pimpinan militer Pakistan, yakni Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima Angkatan Pertahanan, Marsekal Madya Syed Asim Munir.

Pembahasan yang digelar nanti diharapkan bisa mengukuhkan lagi hubungan bilateral yang sudah terjalin puluhan tahun. Isu-isu seperti perdagangan, investasi, hingga kerja sama pertahanan akan dibicarakan. Bahkan, rencananya beberapa nota kesepahaman atau MoU akan diteken dalam kunjungan singkat ini. Bidang kesehatan, teknologi, dan perubahan iklim juga masuk dalam radar pembicaraan.

Pakistan dan Indonesia memang punya ikatan persahabatan yang kuat dan berakar sejarah. Kunjungan ini diharapkan bisa membuka babak baru. Sebuah kerja sama yang lebih komprehensif, dari ekonomi sampai keamanan, sekaligus memperkuat posisi kedua negara di kancah global. Semuanya dimulai dari sambutan hangat di bandara udara Nur Khan itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar