Dalam pernyataan yang dipublikasikan, Wang menambahkan, "Angkatan Laut China akan mengambil langkah yang diperlukan sesuai hukum untuk menjaga keamanan dan kepentingan sah kami."
Di sisi lain, insiden udara ini terjadi dalam suasana yang sudah cukup tegang. Kurang lebih sebulan sebelumnya, komentar Perdana Menteri Sanae Takaichi mengenai Taiwan telah memicu kemarahan Beijing, yang dengan gigih menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya.
Merespons insiden terkini, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi tak menunggu lama. Pada hari Minggu (7/12), ia langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Koizumi menegaskan protes telah dilayangkan dan memastikan jet F-15 mereka berada dalam jarak operasional yang aman.
"Kami telah menyampaikan protes keras kepada pihak China," ujar Koizumi, "dan menuntut langkah pencegahan yang ketat."
Jadi, kedua negara saling tunjuk. Satu hal yang jelas, ketegangan di udara sekitar Okinawa itu meninggalkan jejak yang dalam dan berpotensi memengaruhi hubungan kedua raksasa Asia ini ke depannya.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral