Zulkifli Hasan Santai Hadapi Tudingan Penyebab Bencana di Sumatera

- Senin, 08 Desember 2025 | 15:25 WIB
Zulkifli Hasan Santai Hadapi Tudingan Penyebab Bencana di Sumatera

Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, punya cara unik menanggapi tudingan yang belakangan ini ramai. Ia dituding sebagai penyebab rentetan bencana di Sumatera. Tapi reaksinya? Santai saja.

Alih-alih marah atau membela diri, Zulhas justru terlihat memaklumi. Ia mengaku paham dengan berbagai tuduhan yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, ketika longsor dan banjir menerjang Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, namanya langsung jadi sasaran. Yang menarik, bahkan isu dari tempat yang jauh dari lokasi bencana pun ikut dibawa-bawa. Misalnya, soal Taman Nasional Tesso Nilo di Riau.

“Yang dipermasalahkan kepada Zulkifli Hasan Tesso Nilo. Itu di Provinsi Riau, sementara ini Provinsi Riau tidak ada bencana apa pun,”

kata Zulhas di acara Group Conference 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Senin lalu.

Tak cuma itu, ia bahkan menyebut dirinya ikut disalahkan untuk kejadian di luar negeri, seperti Thailand dan Malaysia. Menanggapi semua itu, Ketua Umum PAN ini cuma bilang, tak apa. Sudah dimaafkan.

“Tapi bencana itu yang salah Zulkifli Hasan, termasuk di Thailand dan Malaysia. Ya gak apa-apa, saya maafkan, gak apa-apa,”

tegasnya dengan nada tenang.

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Zulhas menyampaikan duka yang mendalam. Ia menyebut bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Sumatera itu sebagai cobaan berat bagi seluruh bangsa.

“Hari-hari ini, hari yang cukup berat bagi bangsa Indonesia bencana alam menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat menyesalkan duka yang kita rasakan bersama,"

ujar Menko itu.

Rasa sedih dan pedih masyarakat di wilayah terdampak, katanya, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun begitu, ia menekankan satu hal: dalam situasi sesulit apapun, negara dan seluruh elemen bangsa hadir. Tidak ada yang akan dibiarkan berjuang sendirian.

“Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sedih dan pedih yang dialami saudara-saudara kita di sana. Di tengah cobaan besar ini, kita tidak meninggalkan siapapun,”

jelasnya menutup pernyataan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar