Di sebuah simposium di Jakarta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan rencana pemerintah untuk mendorong SMK agar lebih "melekat" dengan daerahnya. Intinya, program keahlian akan dikembangkan berdasarkan keunggulan lokal yang ada di tiap wilayah. Fokus utamanya? Sektor pertanian dan kelautan.
Menurut sejumlah saksi yang hadir, Mu’ti menyebutkan beberapa contoh jenis sekolah kejuruan baru yang sedang dipertimbangkan. Gagasannya cukup menarik dan spesifik.
“Sekarang sudah mulai ada beberapa SMK Kopi. Ada nanti mungkin ke depan SMK Teh, ada nanti SMK Cokelat, atau SMK Nilam, dan lain-lain,”
ujarnya usai membuka acara bertajuk Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan.
Jangan salah paham dulu. Cakupan "pertanian" yang dimaksud di sini ternyata luas. Bukan cuma soal bercocok tanam di sawah.
“Yang pertanian ini, tidak hanya meliputi pertanian dalam pengertian menanam padi, sayur, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah perikanan,”
ungkap Mu’ti tegas. Jadi, dari hulu ke hilir, dari darat sampai ke laut, semuanya masuk dalam skema penguatan ini.
Artikel Terkait
KPK Buka Suara: Gaji Tak Merata hingga Persepsi Korupsi sebagai Hak Istimewa
KPK Naikkan Batas Hadiah yang Tak Perlu Dilaporkan, Kini Rp 1,5 Juta
Siklus Bencana di Indonesia: Antara Respons Darurat dan Mitigasi yang Terlupakan
Lima Pemburu Diamankan, Rekaman Kamera Trap Ungkap Dugaan Cedera Macan Tutul