"Bukankah kata Mentan stok beras kita BERLIMPAH?"
Cuitan itu segera mendapat respons. Banyak yang ikut menyoroti kejanggalan angka tersebut. Seorang pengguna lain, Felix SGL, hanya menyindir singkat namun tajam: "Bencana adalah bisnis?"
Kecurigaan akan praktik tak terpuji pun mengemuka. Seperti yang diungkapkan Mohamat Mutajir, yang secara gamblang menyatakan ketidakpercayaannya.
"Makanya gw paling gak suka klo bantuan dikelola oleh pejabat.. Pasti pada korupsi," tulisnya.
Gelombang tanya dan kritik ini terus bergulir. Di satu sisi, bantuan untuk korban bencana sangat dinantikan. Namun di sisi lain, transparansi dan ketepatan penggunaannya justru dipertanyakan. Kementerian Pertanian sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait hitung-hitungan yang viral ini. Publik masih menunggu jawaban.
Artikel Terkait
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon