"Bukankah kata Mentan stok beras kita BERLIMPAH?"
Cuitan itu segera mendapat respons. Banyak yang ikut menyoroti kejanggalan angka tersebut. Seorang pengguna lain, Felix SGL, hanya menyindir singkat namun tajam: "Bencana adalah bisnis?"
Kecurigaan akan praktik tak terpuji pun mengemuka. Seperti yang diungkapkan Mohamat Mutajir, yang secara gamblang menyatakan ketidakpercayaannya.
"Makanya gw paling gak suka klo bantuan dikelola oleh pejabat.. Pasti pada korupsi," tulisnya.
Gelombang tanya dan kritik ini terus bergulir. Di satu sisi, bantuan untuk korban bencana sangat dinantikan. Namun di sisi lain, transparansi dan ketepatan penggunaannya justru dipertanyakan. Kementerian Pertanian sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait hitung-hitungan yang viral ini. Publik masih menunggu jawaban.
Artikel Terkait
Kudus Heboh, Ratusan Siswa Keracunan Menu Bergizi dari Sekolah
Korban Terakhir Longsor Desa Bongas Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup
Badai Kristin Hantam Portugal, Lima Nyawa Melayang dan Ribuan Rumah Gelap Gulita
Ibu di Jakarta Timur Datangi Pos Damkar, Minta Anaknya Dinasihati Petugas