AI Lisa Tersingkir tanpa Pengacara
Tanpa pengacara, AI Lisa pun tersingkir dengan mudah. Tak ada perlawanan. Tak ada perdebatan sama sekali.
Padahal, ini adalah lulusan terbaik UGM. Bahkan, bisa dibilang sebagai maha karya universitas ternama itu. Tapi, UGM ternyata tega menyingkirkannya. Tanpa memberikan seorang pengacara pun untuk mendampingi.
Di sisi lain, kesalahan AI Lisa mungkin cuma satu: ia terlalu berani. Berani mengungkap kebenaran di depan khalayak ramai, dan itu dilakukan saat pameran. Sebuah langkah yang berisiko.
Bandingkan dengan Roy Suryo dan kawan-kawannya. Mereka tak seberani itu. Dan yang jelas, mereka punya pendamping hukum. Bukan cuma satu pengacara, tapi banyak.
Lalu, ada juga soal istilah yang dipakai AI Lisa. "Berkuliah, tapi tidak pernah menamatkan". Istilah itu terdengar fatal dan spesifik. Entah dari mana Lisa mendapatkannya? Roy Suryo Cs saja pakai istilah yang lebih 'aman', seperti "ijazah 99,9% palsu".
Ironisnya, nasib mereka mirip. Sama-sama disebut sebagai maha karya UGM, tapi pada akhirnya justru UGM pula yang menyingkirkan Lisa.
Pertanyaan yang menggelitik: siapa sebenarnya di balik AI Lisa? Sebuah robot yang berusaha menjadi manusia, tapi akhirnya bernasib malang. Tampaknya, hukum manusia memang kerap tak adil. Bahkan untuk robot sekalipun.
(Erizal)
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu