Gaza. Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari pimpinan Hamas di Jalur Gaza. Khalil al-Hayya menyatakan, organisasinya bersedia menyerahkan senjata. Syaratnya satu: pendudukan Israel harus benar-benar berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Khalil dalam sebuah wawancara khusus dengan Al Jazeera, Sabtu lalu.
Namun begitu, dia juga mengingatkan bahwa soal senjata ini masih jadi bahan pembahasan yang alot. "Masih dibicarakan dengan faksi-faksi lain dan para mediator. Kesepakatan yang ada pun masih sangat awal," imbuh Khalil, menambahkan nuansa realitis pada gagasan besarnya.
Di sisi lain, di lapangan, aktivitas pencarian terus berjalan. Menurut al-Hayya, area-area baru akan dimasuki pada hari Ahad untuk mencari jasad sejumlah tawanan pihak Israel.
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Dinas Madiun, Barang Bukti Ratusan Juta Diamankan
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik