Mengenai situasi kemanusiaan, nada suaranya berubah. Dia mengkritik keras kondisi selama gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober itu. Israel, katanya, masih menghalangi masuknya material-material tertentu ke Gaza. "Seolah-olah kita masih berperang," ucapnya dengan nada kesal.
Pernyataan tentang penyerahan senjata ini tentu menarik. Sebab, Hamas punya sejarah panjang menolak ide pelucutan senjata. Bagi mereka, itu adalah garis merah yang tak boleh disentuh.
Sementara itu, Israel punya tuntutan yang justru berkebalikan. Mereka bersikeras bahwa pelucutan senjata Hamas dan kelompok Palestina lain di Gaza adalah syarat mutlak untuk masuk ke fase kedua perjanjian gencatan. Sebuah jalan buntu yang klasik.
Pewarta: Xinhua
Artikel Terkait
KPK Geledah Kantor Dinas Madiun, Barang Bukti Ratusan Juta Diamankan
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik