Alasan ketiga ini agak sensitif: menyangkut pengusutan perusahaan. Begini, penetapan bencana nasional bisa mempermudah proses penegakan hukum. Investigasi terhadap dugaan kelalaian perusahaan, terutama yang terkait dengan alih fungsi lahan atau kerusakan lingkungan, bisa langsung digeber. Persoalannya, bisnis di wilayah itu tak jarang punya ‘backing’ kuat. Ada aktor-aktor besar di belakangnya. Menurut bocoran, penetapan status itu bisa membuka kotak Pandora yang justru ingin dihindari.
Jadi, ketiga hal ini kekhawatiran akan intervensi asing, ketatnya anggaran, dan dinamika politik lokal sepertinya menjadi pertimbangan utama. Hasilnya, status bencana nasional untuk Sumatera masih ditahan.
Untuk penjelasan lebih detail, simak video berikut ini.
Atau, tonton video lengkapnya di sini:
Artikel Terkait
Gas Tertawa: Sensasi Fly Sesaat yang Mengintai Nyawa Anak Muda
Api Tak Kunjung Padam, Pabrik di Medan Deli Dilahap Kobaran Semalaman
Badai Salju Tewaskan 30 Jiwa, Ribuan Wilayah AS Terjebak Gelap dan Beku
Indramayu Terendam, Warga Bertahan Demi Jaga Harta yang Tersisa