Sabtu malam kemarin, kawasan Gelora Bung Karno (GBK) benar-benar macet. Usai perayaan Natal Gereja Tiberias, arus lalu lintas di Jakarta Pusat itu langsung padat merayap.
Semuanya mulai terasa sesak sekitar pukul sebelas malam. Jalan Asia Afrika, misalnya, dipenuhi antrean kendaraan yang mengular pelan. Mobil dan motor berebut ruang menuju pintu keluar GBK, sementara para jemaat masih terus membanjiri area luar stadion.
Beberapa titik keluar pun tersendat parah. Volume kendaraan yang tiba-tiba meninggi bersamaan dengan kerumunan orang berjalan kaki, bikin situasi jadi ruwet. Di Pintu 10 atau Gerbang Pemuda, kondisi tak jauh berbeda. Arasnya tersendat, sementara trotoar dipenuhi warga yang berusaha mencari jalan keluar dari keramaian.
Perayaan malam itu sendiri cukup meriah dan dihadiri oleh Menteri Agama, Nassaruddin Umar.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga keberagaman agama di Indonesia.
Tema Natal tahun ini diambil dari Injil Yohanes, tentang kuasa menjadi anak-anak Allah. Rangkaian acaranya panjang; mulai dari penyalaan lilin, malam kudus, pembacaan Firman, sampai perjamuan kudus. Tak ketinggalan kesaksian mujizat dan pesta kembang api yang menyala di atas langit GBK, menambah ramai suasana malam itu.
Seluruh ibadah dipimpin langsung oleh Pendiri Gereja Tiberias Indonesia, Pdt Darnaiaty Pariadji. Kemeriahan juga datang dari alunan musik Christmas Worship bersama Boanerges Worship, Tiberias Singers, serta paduan suara dan orkestra khusus Natal.
Jadi ya, wajar saja kalau lalu lintas sekitarnya ikut-ikutan "meriah".
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 per Gram dalam Sehari, Buyback Ikut Terkoreksi
Polisi Periksa Tiga Terduga Pelaku Pengeroyokan Imam Masjid di Palopo
Everton Vs Manchester City 3-3: Drama Enam Gol, Doku Selamatkan The Citizens di Menit Akhir
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan