Suasana pesta ulang tahun di sebuah restoran di Huancane, Peru, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Dari tawa dan canda, berubah menjadi jeritan panik. Api menjalar dengan cepat, menjebak para mahasiswa yang sedang bersenang-senang di lantai dua bangunan itu.
Menurut keterangan polisi setempat, insiden maut itu menewaskan sepuluh mahasiswa. Tidak kurang dari tiga belas orang lainnya mengalami luka-luka.
“Dengan kedatangan ahli forensik dari kepolisian dan kejaksaan, 10 jenazah ditemukan,” ujar seorang petugas, seperti dilaporkan AFP, Sabtu lalu.
Para korban, yang semuanya adalah mahasiswa sebuah perguruan tinggi keguruan, berusia antara 17 hingga 23 tahun. Mereka terjebak tanpa jalan keluar saat kobaran api membesar dengan cepat.
Yang memperparah keadaan, kota kecil berpenduduk 20.000 jiwa ini ternyata tidak memiliki dinas pemadam kebakaran sama sekali. Wali Kota Valerio Tapia mengakui hal itu. Alhasil, warga sekitar lah yang berusaha memadamkan api dengan apa adanya alat pemadam ringan dan ember-ember berisi air, sambil menunggu bantuan.
Bantuan dari pemadam kebakaran kota tetangga baru tiba sekitar satu jam setelah kejadian. Waktu yang terasa sangat lama di tengah kepanikan.
Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah ledakan bahan bakar di dalam restoran Calma Tripa tersebut. Sebuah pesta perayaan yang seharusnya berisi kenangan indah, kini justru berakhir dengan duka yang mendalam.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Gantikan Almarhumah Ibu Berangkat Haji dari Makassar
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan, Pelaku dan Komplotan Ditangkap di Jombang
TNI dan Warga Nduga Gotong Royong Evakuasi Jenazah di Landasan Udara Terpencil
Kuasa Hukum Ungkap Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Kini Merenggang