Yang memperparah keadaan, kota kecil berpenduduk 20.000 jiwa ini ternyata tidak memiliki dinas pemadam kebakaran sama sekali. Wali Kota Valerio Tapia mengakui hal itu. Alhasil, warga sekitar lah yang berusaha memadamkan api dengan apa adanya alat pemadam ringan dan ember-ember berisi air, sambil menunggu bantuan.
Bantuan dari pemadam kebakaran kota tetangga baru tiba sekitar satu jam setelah kejadian. Waktu yang terasa sangat lama di tengah kepanikan.
Sementara itu, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah ledakan bahan bakar di dalam restoran Calma Tripa tersebut. Sebuah pesta perayaan yang seharusnya berisi kenangan indah, kini justru berakhir dengan duka yang mendalam.
Artikel Terkait
Imigrasi Bagi-Bagi Bibit Kelapa dan Sembako di Hari Bakti ke-76
Jenazah Korban ATR 42-500 Ditemukan Tersangkut di Dahan, Evakuasi Dihadang Tebing dan Hujan Deras
Cuaca Bandara Normal, Tapi Awan Tebal di Jalur Pendekatan Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Pangkep
KPK Tepis Islah Bahrawi: Tudingan ke Jokowi Langsung Dimentahkan