Acara HUT Golkar ke-61 di Istora Senayan, Jumat lalu, ternyata bukan sekadar perayaan biasa. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tengah riuh pesta partai langsung menyita perhatian. Tak butuh waktu lama, Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia pun angkat bicara, menegaskan posisi partainya yang sudah jelas.
Intinya, Golkar tetap solid di koalisi pemerintah. "Kami menyampaikan bahwa positioning politik Partai Golkar berdasarkan keputusan Munas adalah bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo dan Mas Gibran sampai selesai," kata Bahlil kepada para wartawan yang menunggu penjelasan.
Dia menambahkan, "Dan Golkar akan konsisten terus bersama-sama dengan pemerintah."
Pernyataan itu sekaligus mengukuhkan komitmen partai beringin sebagai pendukung setia Prabowo-Gibran sejak Pilpres 2024. Bahlil, yang juga menjabat Menteri ESDM, menegaskan dukungan itu akan diwujudkan dalam setiap program kerja pemerintah. "Golkar di bawah kepemimpinan kami akan konsisten secara kaffah untuk mendukung bapak Presiden Prabowo dan Mas Gibran," tuturnya.
Lalu, bagaimana dengan masa depan? Ternyata, pandangan Bahlil sudah jauh melangkah. Dia bahkan menyatakan dukungan untuk Prabowo jika nanti maju lagi di Pilpres 2029.
Alasannya sederhana sekaligus personal. "Ya Pak Prabowo ini kan juga adalah kader Golkar, alumni Golkar," ujarnya.
Dengan gaya bicara khasnya yang blak-blakan, Bahlil pun menambahkan, "Kalau sudah ada yang terbaik, ngapain cari yang lain?"
"Saya simpel-simpel saja. Saya orang timur itu kan ngomongnya apa adanya saja, begitu ya," pungkasnya, menutup pembicaraan. Sebuah penegasan yang gamblang, tanpa basa-basi, tentang di mana Golkar akan berdiri dalam lima tahun ke depan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Lampung, Target Renovasi 400 RS dan 10 Ribu Puskesmas
Dua Mahasiswi UPN Veteran Jatim Terjebak 30 Menit di Lift Akibat Listrik Padam
Mahfud MD Desak Kejaksaan Agung Periksa Wakil Pimpinan BGN Nanik S Deyang soal Korupsi MBG
Kebakaran di Makassar, Satu Rumah dan Kos-Kosan Ludes Dilalap Api