"Turun ke lapangan ini mengingatkan kami pada apa yang dialami keluarga di Gaza," tulisnya. Memang, bencananya berbeda air bah di sini, peperangan di sana. Tapi rasa sakit yang dirasakan korban, kata Raed, nyaris sama. Intinya, masyarakat di kedua tempat itu sedang berjuang mati-matian. Berjuang untuk melindungi atap rumah mereka, untuk menyelamatkan anak-anak mereka dari ancaman.
Kehadiran mereka di Aceh bukan tanpa alasan. Ini disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Tapi lebih dari itu, ini juga bentuk balas budi. Sebuah cara untuk membalas kebaikan Indonesia yang tak pernah berhenti menyuarakan dukungan untuk Palestina.
"Mohon doanya," pungkas Raed dalam unggahan itu.
Sebuah pesan sederhana dari orang-orang yang justru lebih layak menerima doa kita semua.
Artikel Terkait
JK Prihatin dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Chelsea Takluk 1-0 dari Newcastle di Stamford Bridge
Barbershop Tema Peaky Blinders Hadir di Luar Stadion Atletico Madrid untuk Promosi Film
BGN Hentikan Sementara Ratusan Dapur MBG di Indonesia Timur karena Tak Miliki Sertifikat Higiene