"Turun ke lapangan ini mengingatkan kami pada apa yang dialami keluarga di Gaza," tulisnya. Memang, bencananya berbeda air bah di sini, peperangan di sana. Tapi rasa sakit yang dirasakan korban, kata Raed, nyaris sama. Intinya, masyarakat di kedua tempat itu sedang berjuang mati-matian. Berjuang untuk melindungi atap rumah mereka, untuk menyelamatkan anak-anak mereka dari ancaman.
Kehadiran mereka di Aceh bukan tanpa alasan. Ini disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Tapi lebih dari itu, ini juga bentuk balas budi. Sebuah cara untuk membalas kebaikan Indonesia yang tak pernah berhenti menyuarakan dukungan untuk Palestina.
"Mohon doanya," pungkas Raed dalam unggahan itu.
Sebuah pesan sederhana dari orang-orang yang justru lebih layak menerima doa kita semua.
Artikel Terkait
Tabrakan Truk di Bondowoso Tewaskan Suami Istri, Anak Balita Selamat
Alwi Farhan Lolos ke Final Swiss Open 2026 Usai Kalahkan Li Shi Feng
Arsenal Pecah Kebuntuan di Akhir Laga, Kalahkan Everton 2-0
JK Prihatin dan Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS