Ini bikin hati trenyuh. Di tengah segala kepedihan yang mereka tanggung di Gaza, warga Palestina justru turun tangan membantu korban banjir di Sumatera. Ya Allah, lihatlah. Dalam situasi yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida, mereka masih punya ruang di hati untuk peduli pada kita di sini.
Rasanya campur aduk, antara haru dan tak percaya.
"
Lewat sebuah unggahan di media sosial, seorang relawan bernama Raed Arada membagikan pengalamannya. Dia dan timnya baru saja tiba di Aceh, Sumatera, pasca-banjir besar yang melanda.
Tujuannya jelas: menyalurkan bantuan darurat langsung ke tangan keluarga-keluarga yang paling membutuhkan.
"Turun ke lapangan ini mengingatkan kami pada apa yang dialami keluarga di Gaza," tulisnya. Memang, bencananya berbeda air bah di sini, peperangan di sana. Tapi rasa sakit yang dirasakan korban, kata Raed, nyaris sama. Intinya, masyarakat di kedua tempat itu sedang berjuang mati-matian. Berjuang untuk melindungi atap rumah mereka, untuk menyelamatkan anak-anak mereka dari ancaman.
Kehadiran mereka di Aceh bukan tanpa alasan. Ini disebutnya sebagai bagian dari tanggung jawab kemanusiaan. Tapi lebih dari itu, ini juga bentuk balas budi. Sebuah cara untuk membalas kebaikan Indonesia yang tak pernah berhenti menyuarakan dukungan untuk Palestina.
"Mohon doanya," pungkas Raed dalam unggahan itu.
Sebuah pesan sederhana dari orang-orang yang justru lebih layak menerima doa kita semua.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar