Tersangka Cesium-137 Bebas, Pabriknya Sudah Tutup Sebelum Insiden

- Jumat, 05 Desember 2025 | 09:06 WIB
Tersangka Cesium-137 Bebas, Pabriknya Sudah Tutup Sebelum Insiden

Kasus pencemaran Cesium-137 di Cikande, Banten, terus bergulir. Namun, ada perkembangan mengejutkan: polisi ternyata tak menahan Lin Jingzhang, sang tersangka utama. Padahal, dia adalah pemilik sekaligus direktur PT Peter Metal Technology (PMT), perusahaan yang jadi pusat sorotan.

Alasannya? Menurut pihak kepolisian, Lin dinilai kooperatif. Dia bersedia datang kapan saja untuk pemeriksaan dan tak kabur dari Indonesia.

“Tidak kita tahan, karena beliau, beliau kan sudah kita lihat kooperatif, mau datang dan standby, tetap masih di Indonesia,”

Kata Kasubdit II Direktorat Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Sardo M.P. Sibarani, Jumat lalu.

Soal jadwal pemeriksaan mendalam terhadap Lin, polisi masih belum punya kepastian. Tapi, mereka berjanji akan segera melakukannya.

Di sisi lain, ada fakta lain yang mengemuka. Rupanya, fasilitas produksi perusahaan itu sudah tutup operasinya. Dan bukan cuma tutup biasa mereka menutupnya persis sebulan sebelum insiden pelepasan Cesium terjadi. Hal ini tentu mengundang tanda tanya besar.

“Jadi setelah kami dalami, memang perusahaan tersebut tutup persis satu bulan sebelum Cesium ini menguap. Memang kami sudah curiga dari awal,” jelas Sardo, mengonfirmasi temuan penyelidikannya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding pabrik itu? Dalam proses produksi stainless steel, seharusnya mereka pakai bijih besi murni. Kenyataannya? Mereka malah memilih rute yang lebih murah dan berisiko: mengolah besi bekas rongsokan yang dibeli dari pengepul. Besi-besi tua itulah yang kemudian diolah ulang menjadi berbagai produk. Praktik ini, diduga kuat, menjadi sumber masalah yang memicu kekacauan lingkungan tersebut.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar