TAPANULI SELATAN Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke lokasi pengungsian korban banjir bandang di Tapanuli Selatan punya satu momen yang langsung menarik perhatian. Di sela-sela dialog dengan warga, Wapres terlihat mengeluarkan sebuah buku saku kecil. Bukan untuk pidato, melainkan untuk mencatat sendiri setiap keluhan dan curhat yang dilontarkan para pengungsi.
Kunjungan ini merupakan lanjutan dari peninjauannya di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sehari sebelumnya. Menurut sejumlah saksi di lokasi, aksi mencatat langsung itu dinilai sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah, mengikuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan bencana.
Kondisi di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, sungguh memilukan. Wilayah itu luluh lantak. Rumah-rumah warga, tempat ibadah, sekolah, bahkan jalan raya Tapanuli Selatan-Sibolga, hancur tertimbun lumpur dan puing kayu. Setelah menyaksikan langsung kehancuran itu, Gibran menuju Posko Penanggulangan Bencana di Desa Batu Hula. Di sana, dia mengecek kelancaran distribusi logistik, dapur umum, serta layanan kesehatan yang dijalankan Kodam I Bukit Barisan.
Namun begitu, yang paling berkesan justru terjadi di dalam posko pengungsian. Wapres tidak hanya mendengar laporan formal dari petugas. Dia justru lebih banyak menyapa dan berdialog langsung dengan warga yang terdampak. Sambil mendengarkan, tangannya aktif menulis di buku sakunya. Mulai dari keluhan tentang rumah yang hancur, kebutuhan anak-anak, fasilitas kesehatan, hingga kekhawatiran akan sekolah yang rusak semua dicatat.
“Bapak-Ibu, sekali lagi saya mohon maaf. Bapak-Ibu tidak sendiri, warga Sumatra tidak sendiri, kami di sini untuk Bapak-Ibu semua ya,” ujar Gibran, Kamis (4/12/2025).
"Tadi banyak yang mengeluhkan masalah sekolah, rumah, nanti kami bantu ya Bapak-Ibu ya,” tambahnya.
Selain mencatat, Wapres juga turun langsung membagikan bantuan sembako, selimut, popok bayi, dan kebutuhan dasar lainnya. Dia menegaskan, pemerintah hadir dan tak akan meninggalkan warga Sumatra yang sedang berduka.
Di sisi lain, Gibran juga menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan kerusakan yang terjadi. Dia mengaku mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo untuk mempercepat pemulihan. Beberapa hal yang ditegaskannya antara lain percepatan distribusi bantuan lewat segala akses, serta perhatian khusus pada layanan pangan, sanitasi, dan kesehatan bagi kelompok rentan.
“Ini mohon diperhatikan makannya, sanitasinya, kesehatannya. Tolong diperhatikan untuk lansia, difabel, anak-anak, balita, ibu hamil,” pesannya.
Pembangunan kembali infrastruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, dan rumah warga juga masuk prioritas. “Rumah yang rusak, ini mohon Pak Wakil Gubernur dan Bupati tolong diinventarisasi dulu, nanti akan kami bantu,” kata Gibran.
Wakil Gubernur Sumut, Surya, mengonfirmasi bahwa Wapres memang meminta pendataan kerusakan dilakukan secara detail.
“Pak Wapres mengingatkan jangan sampai logistik, terutama pangan, terlambat,” ujarnya.
Sementara itu, BNPB telah mendapat instruksi untuk segera membangun hunian sementara. Deputi Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, menyebut huntara akan dibangun dalam tiga hari setelah lahan tersedia. Bagi warga yang belum mendapat huntara, akan disalurkan dana tunggu sebesar Rp600.000 per bulan hingga hunian tetap selesai.
“Pemerintah pusat tetap akan mendampingi kebutuhan dasar masyarakat di Tapanuli Selatan ini,” tegas Budi.
Bencana di Tapanuli Selatan memang termasuk yang terparah di Sumut. Data terakhir menyebutkan 79 orang meninggal, 35 hilang, dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Usai menuntaskan agenda di Tapsel, Wapres Gibran kemudian melanjutkan perjalanan menuju Aceh Singkil menggunakan Helikopter Super Puma.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu