Bagi mahasiswa UGM asal Aceh, Sumut, dan Sumbar yang keluarganya terdampak banjir dan longsor, ada kabar baik. Universitas Gadjah Mada membuka peluang pemberian keringanan UKT. Langkah ini diambil agar studi mereka tak terganggu, apalagi ujian akhir semester tinggal hitungan hari.
“Kemungkinan untuk itu ada,” ujar Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, Kamis lalu. Menurutnya, yang paling penting sekarang adalah aksi cepat. “Mahasiswa-mahasiswa kita harus tetap bisa menjalankan studinya. Minggu depan sudah masuk masa UAS.”
Ia mengakui, saat ini kampus masih mendata jumlah mahasiswa yang terdampak. Data dari berbagai fakultas mulai berdatangan.
“Ini yang sekarang kita kumpulkan,” beber Andi Sandi. “Nanti kita lihat tindakan mitigasinya seperti apa. Mungkin sampai pada tahap penyesuaian UKT.”
Nah, soal besaran keringanan ini, tampaknya tak akan seragam. Akan dilihat kasus per kasus. Prinsipnya sih sederhana: UGM ingin memastikan mahasiswa yang kena musibah tetap bisa kuliah dengan lancar sampai wisuda.
“Kami yakin anak-anak kami akan survive sampai lulus,” tegasnya. “Apa pun bantuan yang bisa universitas berikan, akan kita lakukan untuk membantu mereka mencapai cita-cita.”
Ceritanya nggak cuma mahasiswa, lho. Andi Sandi menyebut beberapa dosen dan tenaga kependidikan juga kesulitan menghubungi keluarga di lokasi bencana. “Update terbarunya memang belum kami terima. Tapi kami terus berupaya mencarikan info, sudah koordinasi dengan kementerian terkait,” terangnya.
Korban Diperkirakan Capai 1.800 Orang
Angkanya cukup besar. Rustamaji, Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, menyebut setidaknya ada sekitar 1.800 mahasiswa, dosen, dan tendik yang keluarganya kemungkinan terdampak.
“Minimal segitu,” kata Rustamaji.
Saat ini verifikasi ke fakultas-fakultas masih berjalan. Tujuannya jelas: untuk memetakan kebutuhan dan membuka ruang dialog mengenai risiko yang dihadapi saudara-saudara mereka di lokasi.
Tak cuma berhenti di data, UGM juga bergerak. Beberapa unit sudah dikerahkan ke lapangan. Katanya, tim dari Fakultas Kedokteran kemungkinan sudah tiba. Disaster Response Unit (DERU) UGM juga sedang dalam perjalanan ke Aceh.
“DERU sedang menuju ke lokasi di Aceh. Begitu pula tim dari Rumah Sakit Akademik UGM,” beber Rustamaji.
Artikel Terkait
Real Madrid Gagal Amankan Tiga Poin, Imbang 1-1 Lawan Real Betis Usai Gol Telat Bellerín
Stroke di Indonesia Masih Tinggi, Terapi Neuroprotektor Diandalkan untuk Minimalisir Kerusakan Saraf
Polisi Temukan Botol Bensin dan Obor di TKP Pembakaran Mobil Kades Purwasaba
Indonesia Hajar Aljazair 3-0 di Thomas Cup, Tiga Tunggal Putra Tampil Dominan