Ia lantas berbicara panjang lebar tentang nilai sebuah pohon. "Apa salah pohon kayu? Dia diam, satu pun enggak ngapa-ngapain," katanya.
"Dia memberikan begitu banyak kebaikan buat manusia, mencegah erosi, memberikan udara, menyaring udara yang segar buat manusia, kok dipotong begitu saja," ujar politikus Gerindra itu, mempertanyakan keserakahan yang terjadi.
Poinnya jelas. Kayu memberi banyak manfaat, tapi manusia justru menebangnya tanpa tanggung jawab. Akibatnya bisa ditebak: bencana alam yang merenggut segalanya. Titiek Soeharto, melalui kemarahannya yang manusiawi itu, seolah mengingatkan kita semua tentang sebuah keseimbangan yang sudah lama goyah.
Artikel Terkait
Video Bantah Klaim Gedung Putih, Perawat Tewas Ditembak Agen Imigrasi
Pendidikan Terjebak Pasar: Saat Sekolah Hanya Cetak Pekerja, Bukan Manusia
Adies Kadir Ditetapkan sebagai Hakim MK, Gantikan Calon yang Sudah Disetujui DPR
DPR Sahkan Hery Susanto Pimpin Ombudsman Periode 2026-2031