Di ruang rapat Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis lalu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bicara blak-blakan. Topiknya adalah konflik lahan di Taman Nasional Tesso Nilo yang sudah berlarut-larut. Menurutnya, dialah menteri pertama yang berani masuk dan menginjakkan kaki langsung ke wilayah itu setelah puluhan tahun bermasalah.
“Misal contoh konkret Tesso Nilo, persoalan yang puluhan tahun sudah menimpa taman nasional kita, insyaallah saya menteri pertama yang bisa menginjakkan kaki ke sana dan memulai memperbaiki taman nasional kita tersebut,” ujar Raja Juli.
Rapat yang dipimpin Titiek Soeharto itu jadi saksi pernyataan tegasnya. Ia tak cuma datang, tapi juga punya target jelas: menyelesaikan polemik lahan itu pada Desember nanti. Caranya? Dengan pendekatan persuasif, bukan kekerasan.
“Insyaallah nanti Desember, paling tidak di Desember akhir, Tesso Nilo yang total jumlahnya 81 ribu yang sekarang diokupasi masyarakat ilegal, kita berunding kita persuasif kepada masyarakat insyallah akan direlokasi secara damai,” tambah politikus PSI itu.
Kalau rencana relokasi damai ini berjalan mulus, dampaknya akan signifikan. Ekosistem Gajah Domang yang sekarang cuma 12 ribu hektare, bakal meluas hampir tiga kali lipat.
Artikel Terkait
DPRD Sulsel dan Tim Teknis Temukan Ketebalan Aspal Jalan Hertasning Sesuai Standar
Dua Aktivis Pati Bebas Bersyarat Usai Divonis 6 Bulan Penjara
Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung di Takalar
Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk yang Berhenti di Jalan Wates-Purworejo