"Kira-kira dapat 2,5 ton jagung dari panen kali ini," tambah Imran. "Hasilnya nanti akan dijual ke Bulog."
Angka itu mungkin tak seberapa secara nasional. Namun, bagi warga setempat, ini adalah bukti nyata sinergi yang berjalan. Imran punya harapan besar ke depannya. Baginya, kerja sama seperti ini harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan.
"Kami berharap kolaborasi antara Polsek, TNI, Camat, penyuluh pertanian, dan kelompok tani bisa terus langgeng. Tujuannya satu: mewujudkan ketahanan pangan di wilayah hukum kami," harapnya.
Di sisi lain, kegiatan panen bersama ini bukan sekadar seremonial. Ia dilihat sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tingkat daerah. Sebuah upaya kecil yang, jika dilakukan di banyak tempat, bisa memberi kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional.
Artikel Terkait
Mikrofon Dimatikan Saat Kerabat Keraton Solo Protes di Acara Penyerahan SK Menteri
Dari Daster ke Imperium: Kisah Arif Muhammad dan Kerajaan Mak Beti
Serpihan Ditemukan, Menteri Perhubungan Pantau Langsung Pencarian ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
Noe Letto di Wantimpres: Penunjukan Strategis atau Strategi Penjinakan?