✍🏻 Hardijanto Budiman
Lingkaran dalam Presiden, menurut pengamatan banyak pihak, dipenuhi oleh para penjilat kelas kakap. Mereka ini, istilahnya, carmuk cari muka. Nah, situasi ini diduga jadi salah satu penyebab mengapa bantuan untuk korban bencana tiba di lokasi dengan begitu lambat.
Bayangkan saja. Daripada fokus pada logistik dan percepatan distribusi, energi dan waktu justru terkuras untuk hal-hal yang bersifat pencitraan. Misalnya, mencetak stiker bergambar Presiden dengan ukuran super besar, lalu menempelkannya satu per satu pada karung beras. Proses seperti itu jelas butuh waktu berhari-hari.
Pertanyaannya sederhana: kenapa tidak dikirim langsung saja? Tanpa perlu repot-repot tempel stiker atau bikin banner layaknya promo tur wisata atau asuransi. Rasanya, prioritasnya jadi melenceng jauh.
Hadeuh… ampun deh. Ini mah klasik. Budaya DJ alias 'Doyan Jilat' memang masih sangat kental terasa.
Artikel Terkait
Timnas Voli Putra Indonesia Hadapi Korea Selatan di Laga Perdana AVC Cup 2026, Target Tembus Empat Besar
Marc Marquez Bidik Rekor Baru di MotoGP Ceko 2026, Aprilia Incar Kebangkitan
Meksiko Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel 1-0
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki Usai Tekel Keras saat Timnya Hajar Qatar 6-0