Warung Kecil di Bantul Buka Dapur Gratis untuk Mahasiswa Korban Bencana

- Rabu, 03 Desember 2025 | 19:30 WIB
Warung Kecil di Bantul Buka Dapur Gratis untuk Mahasiswa Korban Bencana

Warung Makan Nusantara di Kepanjen, Banguntapan, Bantul, sepintas tak ada bedanya dengan warung nasi lainnya. Ukurannya biasa saja, sekitar 4 kali 8 meter. Meja dan kursi sederhana berjejer di dalamnya.

Tapi jangan salah. Luasnya hati pemiliknya jauh melebihi luas warungnya. Sejak beberapa hari lalu, mereka membuka pintu lebar-lebar untuk mahasiswa perantauan asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Gratis. Ini untuk mereka yang keluarganya sedang berjuang menghadapi banjir dan longsor di kampung halaman.

Rabu (3/12) lalu, suasana warung tampak seperti biasa. Yang menarik, di dinding terpampang jelas sebuah pengumuman.

"Kami tahu hati kalian pasti resah memikirkan kondisi di kampung halaman, saat sedang jauh di Yogyakarta. Jika saat ini keluarga di Aceh, Sumut, Sumbar dan atau sekitarnya kesulitan mengirim uang karena situasi belum membaik, jangan khawatir dan jangan sampai menahan lapar, Warung Makan Nusantara mengajak kalian untuk makan gratis!"

Begitu bunyi tulisan di kertas itu.

Muhammad Muslih Kholidin, sang pemilik yang berusia 37 tahun, menjelaskan alasannya dengan sederhana.

"Alasannya simpel, kami pengin berkontribusi untuk negeri ini. Dan sedikit yang baru bisa kami lakukan ya ini. Itu alasan simpelnya. Kita melihat ada bencana ini kan saya prihatin dengan kondisi bencana ini," ujar Muslih.

Baginya, ini soal menjaga semangat belajar mereka. Kekhawatirannya jelas: jika urusan perut tak terpenuhi, bagaimana bisa fokus kuliah?

"Di selebaran itu jangan tahan lapar. Biar aktivitas berjalan lancar semoga sedikit yang bisa kami lakukan bisa membantu mereka tetap fokus dalam amanah yang diberikan orang tuanya," tambahnya.

Program ini baru dimulai Senin (1/12). Hari pertama, hanya satu mahasiswa yang datang. "Sore ada satu. Yang pertama datang ini dibungkus (makanannya)," kenang Muslih.

Namun begitu, responnya ternyata cepat menyebar. Esoknya, Selasa (2/12), sudah lebih dari sepuluh mahasiswa asal Sumatera yang mampir. Mereka datang berombongan. "Ini informasi dari yang jaga karena kebetulan saya jaga pas Senin kemarin," katanya.

Hingga Rabu kemarin, tercatat sekitar tujuh mahasiswa lagi yang menyantap makan siang di sana. Muslih sama sekali tidak membatasi. Mau makan kapan saja, pilih menu apa saja, bahkan berkali-kali dalam sehari pun diperbolehkan. "Tapi sejauh ini, makan siang bareng teman-temannya," ujarnya sambil tersenyum.

Cukup Tunjukkan KTP

Syaratnya gampang. Cukup tunjukkan KTP yang membuktikan asal daerahmu dari Aceh, Sumut, atau Sumbar. Setelah itu, silakan pilih menu sepuasnya.

"Menunya cukup banyak pilihannya pas lagi makan siang. Ada 20 macam sayur dan lauk. Menu-menu rumahan, ramesan kayak gitu," jelas Muslih tentang sajian di warungnya.

Warung yang baru setengah tahun berdiri ini tak gentar dengan risiko. Muslih yakin, niat baik tak akan membuatnya rugi. Program ini akan terus berjalan selama kondisi di Sumatera belum pulih benar.

"Insyaallah sudah ada yang jagain. Kalau kita punya bos, ini diatasnya presiden yang jagain kita. Allah yang jagain," tuturnya dengan keyakinan penuh.

Pesan terakhirnya untuk mahasiswa yang terdampak: jangan sungkan.

"Jangan ragu datang ke Warung Nusantara," pungkas Muslih.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar