“Pemerintah daerah memastikan hingga saat ini tidak terdapat jembatan maupun jalan utama yang putus akibat bencana tersebut,”
tegas Suyatno lagi.
Artinya, akses logistik dan evakuasi masih bisa berjalan, meski pasti penuh tantangan. Di tengah proses pencarian, petugas berhasil menemukan satu korban jiwa, seorang remaja bernama Farhan (14), warga Jalan Murai, Kecamatan Sibolga Selatan.
Upaya penanganan darurat kini difokuskan pada banyak hal. Pemerintah kota bersama instansi terkait berjibaku, mulai dari memastikan tersedianya kebutuhan dasar seperti makanan dan selimut, menyediakan layanan kesehatan, hingga memberikan pendampingan trauma healing khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang paling terdampak.
Melihat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, warga diimbau untuk tidak lengah. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan harus tetap dijaga.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral