“Pemerintah daerah memastikan hingga saat ini tidak terdapat jembatan maupun jalan utama yang putus akibat bencana tersebut,”
tegas Suyatno lagi.
Artinya, akses logistik dan evakuasi masih bisa berjalan, meski pasti penuh tantangan. Di tengah proses pencarian, petugas berhasil menemukan satu korban jiwa, seorang remaja bernama Farhan (14), warga Jalan Murai, Kecamatan Sibolga Selatan.
Upaya penanganan darurat kini difokuskan pada banyak hal. Pemerintah kota bersama instansi terkait berjibaku, mulai dari memastikan tersedianya kebutuhan dasar seperti makanan dan selimut, menyediakan layanan kesehatan, hingga memberikan pendampingan trauma healing khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang paling terdampak.
Melihat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, warga diimbau untuk tidak lengah. Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan harus tetap dijaga.
Artikel Terkait
Bercak Darah di Kamar Lula Lahfah Diduga Darah Menstruasi
Anies Resmikan Jembatan Gantung, Jawab Penantian Warga Karanganyar Tiga Dekade
Lantai Kayu Tua Ambruk, Rombongan SD Terjatuh 4 Meter di Tangsi Belanda
Bencana Ekologis: Ujian Terberat Kedaulatan di Era Modern