Banjir bandang yang menggulung Aceh Timur sejak Jumat lalu memang luar biasa dahsyat. Wilayah itu luluh lantak. Tapi di tengah kehancuran itu, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky punya tekad yang keras: ia tak akan menyerah.
Berbeda dengan lima kepala daerah lain di Aceh seperti dari Pidie Jaya, Aceh Barat, hingga Lhokseumawe yang menyatakan ketidaksanggupan, Iskandar justru memilih untuk terus bertahan. Pemerintahan harus tetap berjalan, bantuan untuk korban tidak boleh berhenti. Itu prinsipnya.
“Saya tidak mengangkat bendera putih,” tegasnya saat berbincang dengan media, Rabu (3/12).
“Saya masih terus berjuang di lapangan dengan segenap sumber daya yang saya miliki.”
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, Vinícius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral