Di tengah rapat kabinet di Washington DC, Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menyebut-nyebut pembicaraan yang sedang berlangsung di Rusia. Topik itu muncul begitu saja, menyela agenda rutin pemerintahan.
Menurut sejumlah saksi, utusan Amerika saat ini memang sedang duduk bersama pihak Rusia. Intinya? Mencari celah untuk perdamaian dengan Ukraina. Upaya itu berjalan di tengah situasi yang sudah karut-marut.
“Orang-orang kami sedang berada di Rusia sekarang untuk melihat apakah kami bisa menyelesaikannya,” ujar Trump, dengan nada khasnya.
Ia lalu menambahkan, “Situasi yang tidak mudah. Benar-benar berantakan.”
Namun begitu, pembicaraan yang pelik itu justru mengingatkannya pada satu hal lain: Hadiah Nobel Perdamaian. Trump kembali mengklaim bahwa dirinya pantas menerima penghargaan tersebut. Apalagi, kalau misalnya kesepakatan gencatan senjata benar-benar terwujud. Klaim itu ia lontarkan tanpa tedeng aling-aling, seperti biasa.
Artikel Terkait
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti
Pabrik Minyakita di Sidoarho Curangi Takaran, Isi Jeriken 5 Liter Hanya 4,3 Liter