“Kami ini juga hanya sesama sopir, kami juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi kalau menolak harusnya disampaikan ke Pemerintah saja, bukan ke kami,” ungkapnya.
Di sisi lain, belum jelas apakah aksi para sopir mikrolet akan berlanjut atau tidak. Mereka masih menunggu perkembangan selanjutnya.
Aksi yang terjadi ini sebenarnya adalah lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya. Para sopir mikrolet merasa kecewa berat. Pasalnya, Pemerintah Kota Manado dianggap melanggar kesepakatan yang sudah dibuat bersama dalam pertemuan hari Senin (1/12).
“Sudah ada kesepakatan kemarin dengan pihak pemerintah dan kepolisian kalau Bus Trans Manado ini akan berhenti beroperasi selama bulan Desember sampai Januari. Tapi kenyataannya mereka tetap beroperasi,” jelas Makarius Samodara, salah satu sopir yang ikut demo.
Jadi, inti masalahnya ada di situ. Kesepakatan di atas kertas ternyata tak berjalan di lapangan. Kini, warga Manado yang harus menanggung akibatnya dengan terhentinya layanan bus.
Artikel Terkait
KPK Bantah Pengakuan Bupati Fadia Soal Fokus Urusan Seremonial
Jonatan Christie Lolos ke 16 Besar All England Lewat Pertarungan Tiga Gim
Kampoeng Popsa di Losari Jadi Destinasi Favorit Sahur hingga Subuh
Menag: Peringatan Nuzulul Quran dan Zakat Pejabat Digelar di Istana Negara