Helikopter TNI Jadi Penghubung Hidup bagi Warga Terisolasi di Sibolga

- Selasa, 02 Desember 2025 | 10:48 WIB
Helikopter TNI Jadi Penghubung Hidup bagi Warga Terisolasi di Sibolga

Bencana banjir dan longsor masih menyisakan duka di Sibolga. Akses darat benar-benar terputus, terhambat oleh material longsoran yang menutup jalan sepanjang 50 kilometer. Akibatnya, bantuan tak bisa masuk lewat jalur biasa. Warga pun terisolasi.

Di tengah situasi sulit itu, harapan kini bertumpu pada langit. Bantuan logistik terpaksa disalurkan lewat udara, dan inilah yang sedang diupayakan oleh prajurit TNI di lapangan.

Jalur utama Tarutung-Sibolga masih tertutup rapat. Kondisi ini terutama menyulitkan warga Desa Sibalanga di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. Mereka benar-benar terkurung.

Untuk menjangkau mereka, satu unit Heli Bell TNI AD disiagakan. Kabinnya dijejali berbagai bantuan: bahan pokok, mi instan, dan tentu saja, air bersih yang sangat krusial. Tim kemudian menerbangkan helikopter itu menuju sebuah tanah lapang yang dijadikan titik penurunan bantuan.

Suara baling-baling helikopter rupanya sudah didengar warga. Mereka sudah menunggu di lokasi. Begitu seluruh kardus dan karung berisi bantuan diturunkan, tangan-tangan langsung melambai sebagai ucapan terima kasih, sebelum kemudian mereka mengambil barang-barang bantuan tersebut.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menjelaskan, pilihan menggunakan helikopter memang untuk mempercepat distribusi.

“Kami memastikan masyarakat yang terisolir tetap mendapatkan logistik. Pengiriman dengan helikopter ini dilakukan untuk menjamin suplai kebutuhan pokok sampai ke warga,” kata Asrul.

Menurutnya, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan.

“Kodam I/BB berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat serta mendukung percepatan pemulihan kawasan,” ucap dia.

Upaya dari udara ini, meski tak mudah, menjadi nafas bagi warga yang terjebak. Sementara di darat, perjuangan membuka akses jalan masih terus berlangsung.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar