Relawan Tempuh Perjalanan Lima Jam ke Riau Demi BBM untuk Korban Bencana Tapsel

- Senin, 01 Desember 2025 | 21:00 WIB
Relawan Tempuh Perjalanan Lima Jam ke Riau Demi BBM untuk Korban Bencana Tapsel

Antrean kendaraan mengular panjang di sejumlah SPBU wilayah Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. Situasi ini muncul sebagai efek domino dari banjir dan tanah longsor yang memutus distribusi BBM. Kelangkaan bahan bakar ini memaksa para relawan untuk mencari solusi ekstrem: mereka harus menyeberang hingga ke Bagan Batu, di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, demi mendapatkan solar dan bensin.

Sunyoto, seorang relawan dari Masjid Nurul Ashri Sleman yang sedang bertugas di Tapsel, mengonfirmasi kesulitan itu.

"Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan benar-benar sulit dapat BBM," ujarnya via telepon, Senin (1/12).

Perjalanan mereka tidak singkat. Butuh sekitar lima jam berkendara mobil, dan itu pun belum jaminan dapat. Seringkali, BBM akhirnya dibeli dari penjual eceran dengan harga yang tentu saja tidak murah.

"Kami nyari sampai ke Riau. Ini lagi di jalan balik ke Padangsidimpuan," tutur Sunyoto, menggambarkan usaha yang melelahkan itu.

Di tengah medan yang sulit, komunikasi menjadi nyawa bagi koordinasi bantuan. Mereka mengandalkan Starlink, bahkan saat wawancara ini berlangsung sekalipun. Namun, teknologi canggih itu pun tak luput dari kendala lapangan.

"Starlink di mobil agak terganggu pohon pinggir jalan," jelasnya dengan nada pasrah.

Sementara itu, ancaman dari alam belum berakhir. Akses menuju Batang Toru, misalnya, masih dalam status rawan. Hujan yang turun secara sporadis di daerah tersebut terus memperburuk kondisi jalan dan meningkatkan risiko longsor susulan.

"Akses ke Batang Toru, dari Padang Sidempuan juga rawan longsor," katanya mengingatkan.

Bersama tim relawan lainnya, Sunyoto saat ini fokus mendistribusikan bantuan ke beberapa desa seperti Aek Ngadol, Hutagodang, dan Muara Hutaraja. Di lokasi-lokasi itu, kebutuhan warga korban bencana masih sangat banyak dan mendesak.

"Saat ini, bahan makanan sama perlengkapan kebersihan, obat-obatan, masker, sabun-sabunan," paparnya merinci daftar barang yang paling dibutuhkan.

Suasana di lapangan terasa berat. Antrean BBM yang panjang hanyalah satu gejala dari masalah yang lebih besar: logistik yang tersendat, akses yang terhambat, dan warga yang masih bergantung pada bantuan dari luar.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar