Yang menarik, proyek ini disebut-sebut merupakan arahan langsung dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman Al Saud. Dampaknya diharapkan bisa langsung terasa, memperkuat hubungan bilateral yang sudah terjalin baik.
“Hubungan kita saat ini terus naik daun,” kata Dubes Faisal. Ia menambahkan, hal itu sejalan dengan keinginan kedua pemimpin untuk membawa kerja sama ke level yang lebih strategis, mencakup politik, ekonomi, dan tentu saja budaya.
Di sisi lain, proyek megah ini juga punya makna yang lebih dalam. Ia dipandang sebagai cerminan peran Arab Saudi dalam memperhatikan umat Islam di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
“Indonesia kan mayoritas penduduknya Muslim. Perhatian terhadap Bahasa Arab dan ilmu keislaman di sini sangat tinggi. Makanya, kerajaan menetapkan pusat studi ini di Aceh,” jelasnya.
Sebagai penutup, Dubes Faisal tak lupa menyampaikan apresiasi. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan tanpa batas yang diberikan untuk mensukseskan inisiatif penting ini.
Artikel Terkait
Amien Rais Sebut Dinasti Jokowi Tamat, Ijazah Palsu Jadi Pukulan Telak
Restorative Justice Diusulkan untuk Kasus Ijazah Palsu yang Libatkan Nama Jokowi
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump