Suasana di pos pengungsian Padang Pariaman, Senin (1/12), tampak berbeda. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto disambut riuh oleh para pengungsi. Mereka antusias, bahkan saling berebut untuk sekadar bersalaman atau berfoto bersama. Prabowo sendiri datang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.
Dalam kunjungan itu, Prabowo tak segan menyampaikan rasa dukanya. Atas nama negara, ia menyampaikan belasungkawa mendalam untuk korban jiwa akibat musibah ini.
"Ini musibah, saya turut berduka cita dengan keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
Suaranya lantang namun terdengar haru. "Saya berdoa bapak-bapak, ibu-ibu, tabah, tegar. Percaya kita satu keluarga besar. Kita tidak akan biarkan saudara-saudara sendiri," tambah Prabowo, menegaskan komitmennya.
Menurutnya, pemerintah akan terus mendampingi rakyat menghadapi masa-masa sulit ini. Ia sudah mendapatkan laporan lengkap dari Gubernur dan Wakil Gubernur setempat. Rencananya, segala kerusakan bangunan dan infrastruktur akan segera dibenahi.
Prabowo pun menekankan filosofi kerjanya.
"Pemerintah RI adalah pemerintah milik rakyat. Kita kerja untuk rakyat, berbakti untuk rakyat," tegasnya.
Ia menjelaskan, kekayaan negara dikelola agar akhirnya bisa kembali membantu masyarakat. Di akhir pernyataannya, ia mengajak semua pihak untuk bersatu.
"Marilah kita saling membantu. Bersatu sama-sama menghadapi masa susah, sama-sama menyongsong masa lebih baik," tutup Prabowo.
Pesan itu seperti angin segar bagi mereka yang hadir. Di sisi lain, antusiasme warga yang menyambutnya menunjukkan harapan bahwa mereka tidak merasa sendirian. Pemerintah, setidaknya di hari itu, hadir langsung di tengah kesulitan mereka.
Artikel Terkait
Harga BBM Non-Subsidi Tembus Rp 25 Ribu, Menteri ESDM: Itu untuk Orang Kaya
Harga Emas Perhiasan Minggu Pagi: Stagnan di Raja Emas, Naik di Laku Emas
Progres Pembangunan Jalan Multiyears Project di Sulsel Capai 25 Persen
Polisi Tangkap Otak Pembunuhan di Hotel Timika, Motif Balas Dendam