Roy Suryo baru-baru ini membeberkan perbedaan mencolok antara ijazah asli Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1985 dengan dokumen yang serupa. Hal ini tentu menarik perhatian, mengingat Presiden Jokowi juga disebut-sebut lulus dari fakultas dan tahun yang sama.
Dalam paparannya, Roy menunjukkan ciri-ciri khusus yang membuat ijazah UGM zaman dulu sulit untuk dipalsukan. Ciri-ciri itu antara lain:
- Pertama, ada emboss atau cetak timbul yang terasa bila diraba.
- Kemudian, watermark dengan tulisan "Universitas Gadjah Mada" tersembunyi di dalam kertas.
- Yang tak kalah penting, posisi tinta stempel ternyata berada di atas foto, bukan di bawahnya.
Nah, menurut klaim yang beredar, ijazah yang dimiliki Jokowi justru tidak memiliki ciri-ciri tersebut. Ini tentu memantik berbagai spekulasi.
Di sisi lain, tanggapan warganet pun beragam. Salah satunya datang dari akun X @SilasKairos yang tak ragu menyuarakan pendapatnya.
"Ijazah abal-abal palsu SEMAKIN TERLIHAT KEPALSUANNYA. Siap-siap masuk Kerangkeng mulyono," tulisnya blak-blakan.
Memang, perdebatan soal keaslian dokumen ini seperti tak ada habisnya. Masing-masing pihak punya bukti dan argumennya sendiri. Tapi satu hal yang jelas, perbandingan yang dilakukan Roy Suryo setidaknya memberi gambaran tentang bagaimana seharusnya ijazah UGM era 80-an dibuat.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Klaim yang disebutkan belum tentu mencerminkan kebenaran faktual secara keseluruhan.
Artikel Terkait
Ketua DPRD Magetan Ditahan Kejari, Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokir Capai Rp242 Miliar
Asteroid Strenua akan ‘telan’ bintang HIP 35933, fenomena langka okultasi terjadi akhir April 2026
Penataan 60 Lapak PKL di Makassar Tanpa Kekerasan, Pedagang dan Warga Beri Respons Positif
Duel Bambu vs Senjata Tajam di Sidrap Berawal dari Sengketa Lahan, Dua Warga Diamankan Polisi