Latihan TNI di Morowali dan Babel Dinilai Sebagai Psy War Prabowo Hadapi Mafia Tambang Ilegal China
Menurut pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, latihan militer TNI di Morowali dan Bangka Belitung ini jauh dari sekadar rutinitas biasa. Ia melihatnya sebagai sebuah operasi perang psikologis yang digerakkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Sasaran utamanya? Jaringan mafia tambang ilegal berbasis China yang sudah lama bercokol di dua wilayah strategis itu.
Amir membeberkan, Morowali selama ini dikenal sebagai pusat industri nikel yang didominasi perusahaan China. Tapi di balik gempuran investasi dan aktivitas ekonomi, tersimpan persoalan serius soal kedaulatan.
Isu yang paling sensitif adalah keberadaan bandara khusus milik korporasi China yang beroperasi tanpa melalui pengawasan imigrasi Indonesia. Bagi Amir, ini adalah bentuk "soft occupation" yang nyata. Kedaulatan negara seolah dipotong di tengah jalan.
"Morowali punya bandara sendiri yang tidak diawasi imigrasi. Ini sangat merusak kedaulatan Indonesia. Tidak boleh ada wilayah yang menjadi 'negara dalam negara'," tegas Amir kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Ia menilai reaksi Menhan Sjafrie yang geram dengan kondisi bandara itu sangat masuk akal. Kemungkinan besar, Sjafrie akan mendesak penutupan sementara bandara untuk audit menyeluruh terkait keamanan dan kepatuhan.
Latihan militer di Morowali ini, dalam pandangan Amir, adalah pernyataan tegas pemerintah. Tidak ada lagi ruang abu-abu di sektor tambang. Kehadiran pasukan di sana sekaligus menjadi pesan keras bagi jaringan mafia yang terstruktur dan punya koneksi kepentingan asing.
Tak hanya Morowali, Babel juga jadi perhatian. Wilayah ini sejak lama jadi sarang praktik tambang timah ilegal yang melibatkan jaringan internasional, termasuk kepentingan China.
Latihan militer di Babel punya efek ganda. Di satu sisi, ia memberi tekanan psikologis kuat pada jaringan tambang timah ilegal yang selama ini sulit ditertibkan karena melibatkan aktor politik dan ekonomi lokal. Di sisi lain, ini adalah penegasan posisi Indonesia di jalur strategis dekat Laut China Selatan kawasan yang rawan gejolak geopolitik.
"Tambang timah ilegal di Babel sebagian besar dikuasai kepentingan China. Latihan TNI ini pesan kuat: negara sedang mengambil alih kendali penuh," tegasnya.
Babel sering dianggap remeh, padahal nilai geostrategisnya luar biasa. Lokasinya yang berada di jalur pelayaran internasional, dekat dengan lintasan kapal dari Laut China Selatan menuju Selat Sunda, membuat setiap aktivitas militer di sini punya bobot geopolitik yang langsung terdengar di kancah internasional.
Strategi ini, kata Amir, sangat selaras dengan gaya kepemimpinan Prabowo. Dalam doktrin intelijen, perang psikologis seperti ini biasanya dipakai untuk menggerus kepercayaan diri lawan tanpa perlu menembakkan satu peluru pun. Ia juga berfungsi menguasai ruang psikologis sebelum operasi penegakan hukum benar-benar digelar.
Melalui Sjafrie, Prabowo sedang menyampaikan pesan tegas: tidak ada lagi zona ekonomi yang bisa dikendalikan asing seenaknya. Setiap operasi bisnis yang melanggar kedaulatan akan berhadapan langsung dengan kekuatan negara. Indonesia kini memasuki era dimana sumber daya alam menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pertahanan nasional.
Amir menegaskan, psy war ini bukan ditujukan pada pemerintah China secara resmi. Sasaran sebenarnya adalah jaringan mafia tambang yang bersembunyi di balik topeng kerja sama ekonomi. Meski begitu, ia mengakui Beijing pasti akan menangkap sinyal ini.
Latihan militer di dua wilayah kaya nikel dan timah ini adalah cara Indonesia menunjukkan kesadarannya. Pemerintah tak mau lagi jadi penonton ketika SDA-nya dieksploitasi tanpa kendali. Negara siap mengerahkan seluruh komponen kekuatan, termasuk TNI, untuk melindungi kepentingan strategisnya.
Bagi Amir Hamzah, rangkaian latihan ini adalah operasi intelijen-strategis yang dibungkus latihan militer. Tujuannya jelas: mengguncang dan menekan jaringan mafia tambang ilegal terkait China.
Ini baru permulaan. Langkah ini akan membuka jalan bagi audit penuh bandara khusus di Morowali, penertiban tambang timah ilegal di Babel, dan yang tak kalah penting reposisi Indonesia dalam peta geopolitik sumber daya alam kawasan Indo-Pasifik.
"Ini baru awal," ujar Amir. "Psy war ini adalah pesan bahwa negara sedang mengambil kembali kendalinya."
Artikel Terkait
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan
Nottingham Forest Kandaskan Porto, Lolos ke Semifinal Liga Europa
Aston Villa Hancurkan Bologna 4-0, Lolos ke Semifinal Liga Europa