Salah satu poin yang disorot adalah soal legalitas senjata api. Walhi mendesak Polda Bengkulu tak hanya mengusut pelaku penembakan, tapi juga menelusuri asal-usul senjata api yang dipakai oleh keamanan PT ABS.
Di sisi lain, Walhi juga menuntut perlindungan penuh bagi korban dan keluarganya dari potensi serangan lanjutan. Mereka meminta Kompolnas turun tangan mengawasi penyidikan agar berjalan transparan. Tak hanya itu, sejumlah lembaga seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Ombudsman RI, dan LPSK RI juga diminta melakukan investigasi mendalam serta memberikan perlindungan bagi saksi dan korban.
Sebagai langkah penyelesaian jangka panjang, Walhi mengarahkan perhatian pada Kementerian ATR/BPN RI. Pemerintah didesak segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik agraria secara berkeadilan.
Konflik agraria di Indonesia seolah tak pernah usai. Kejadian di Pino Raya ini kembali menegaskan betapa rapuhnya posisi warga ketika berhadapan dengan kekuatan korporasi. Kini, semua mata tertuju pada langkah hukum yang akan diambil aparat dan apakah keadilan benar-benar bisa ditegakkan untuk petani yang terusir dari lahannya sendiri.
Artikel Terkait
Kekecewaan Cinta Diduga Jadi Pemicu Penganiayaan Mahasiswi UIN Suska Riau
43 WNI di Afghanistan Dinyatakan Aman Meski Konflik dengan Pakistan Memanas
Veda Pratama Lolos Langsung ke Q2 Moto3 di Seri Perdana Thailand
SIM Keliling Polrestabes Bandung Layani Perpanjangan di Dua Lokasi Hari Ini