Kapolres Jakarta Selatan, Nicolas Ary Lilipaly, akhirnya mengonfirmasi sebuah perkembangan penting. Ayah tiri Alvaro Kiano, yang hanya disebut berinisial A, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga kuat terlibat dalam penculikan dan pembunuhan bocah malang berusia 6 tahun itu, yang hilang di kawasan Pesanggrahan pada Maret lalu.
"Sudah (tersangka)," ujar Lilipaly, singkat namun tegas, ketika dikonfirmasi pada hari Senin (24/11).
Namun begitu, misteri di balik tragedi ini masih menyisakan teka-teki besar. Apa sebenarnya motif yang mendorong A hingga tega menghabisi nyawa anak tirinya sendiri? Untuk pertanyaan yang satu ini, polisi memilih untuk bersikap hati-hati.
"Nanti dulu ya setelah penyelidik dan penyidik melakukan upaya maksimal," jelasnya, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus digenjot untuk mengungkap alasan di balik tindakan keji tersebut.
Di sisi lain, titik terang kasus ini mulai muncul setelah polisi berhasil menemukan sebuah kerangka manusia. Lokasinya di pinggiran Kali Cirewed, Bogor, sebuah tempat yang sunyi dan jauh dari keramaian. Untuk memastikan identitasnya, langkah lanjutan akan segera diambil. Polisi berencana melakukan tes DNA, sebagai upaya final untuk meyakinkan bahwa kerangka itu benar-benar adalah Alvaro yang selama ini dicari.
Artikel Terkait
Iran Pukul Mundur Aksi Provokasi, Intel Turki Bantu Gagalkan Infiltrasi Milisi
Cangkruk: Ritme Pelan yang Menjaga Kediri Tetap Utuh
Iran Bergolak: Zionis Dituding Dalangi Gelombang Teror dan Pembakaran Tempat Ibadah
Demokrasi di Era Kebisingan: Ketika Politik Indonesia Hanya Jadi Tontonan