Hingga suatu hari, polisi datang ke Dusun Letih. Mereka memberi kabar pada ketua RT: Seni ditemukan. Ternyata, selama ini dia disekap dan tak digaji oleh majikannya di Malaysia.
Kini, Seni sudah bisa menelepon. Lewat ponsel, dia bicara dengan anaknya, Riki Alfian, yang dulu ditinggalkannya saat masih balita baru tiga setengah tahun.
Sekarang Riki sudah menikah dan punya anak. Untuk pertama kalinya, Seni melihat wajah cucunya lewat layar ponsel. Semua keluarga menangis haru. Tapi Seni justru terlihat tegar.
Dia malah menyuruh kakaknya untuk berhenti menangis. Mungkin, setelah 21 tahun, yang dia inginkan hanyalah kembali merajut harapan bukan air mata.
Artikel Terkait
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatera
Gen Halal Championship 2025: Finalis Non-Muslim Buktikan Halal Jadi Standar Universal
Video 7 Menit Kasir Indomaret yang Viral: Hoaks atau Beneran Ada?