Ibu Kota Darurat Lahan: 119.000 Makam Baru Disediakan untuk Atasi Krisis TPU

- Minggu, 23 November 2025 | 15:48 WIB
Ibu Kota Darurat Lahan: 119.000 Makam Baru Disediakan untuk Atasi Krisis TPU

Jakarta sedang menghadapi krisis yang jarang dibicarakan: sulitnya mencari tempat peristirahatan terakhir. Lahan pemakaman di ibu kota nyaris habis, memaksa Pemerintah Provinsi DKI untuk bergerak cepat membuka sejumlah lokasi baru.

Fajar Sauri, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI, mengonfirmasi bahwa persiapan sudah berjalan. Rencananya, akan tersedia sekitar 119 ribu petak makam baru yang tersebar di tiga wilayah. Yang menarik, sebagian besar tepatnya sekitar 115 ribu petak akan berada di Jakarta Barat, tepatnya di kawasan Pegadungan.

“Untuk Jakarta Timur, kami siapkan TPU Kober Jatinegara dengan kapasitas kurang lebih 450 petak, lalu TPU Cipinang Besar sekitar 1.500 petak,” jelas Fajar saat dihubungi Minggu (23/11).

“Sementara di Jakarta Selatan, ada TPU Menteng Pulo 2 yang bisa menampung 1.300 petak, dan TPU Menteng Pulo 3 sekitar 845 petak.”

Ia juga menambahkan soal lokasi di Jakarta Barat. “Yang cukup signifikan ada di Pegadungan, kurang lebih 115 ribu petak makam.”

Namun begitu, persoalan tak cuma soal angka. Sebagian lahan yang akan dipakai, seperti TPU Kober, ternyata masih dihuni warga. Menanggapi ini, MURIANETWORK.COM menyebut pihaknya telah menyiapkan skema relokasi bagi masyarakat yang terdampak. Sosialisasi pun diklaim sudah dilakukan oleh wali kota setempat.

“Dari lokasi tersebut, telah dilakukan sosialisasi oleh wali kota sesuai permohonan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota,” tandasnya.

Isu kritisnya sebenarnya sudah lama mengendap. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya juga sudah angkat bicara. Dalam sebuah acara di Jakarta International Velodrome, Kamis (23/10), ia mengakui betapa sulitnya warga Jakarta kini mencari liang lahat.

“Saya meminta untuk dibuka TPU-TPU baru yang memungkinkan. Sekarang ini sedang dilakukan oleh Dinas Pertamanan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman,” ujarnya waktu itu.

Fakta di lapangan memang memprihatinkan. Dari lebih 80 TPU yang ada, sebagian besar sudah tak bisa menampung jenazah baru kecuali dengan sistem tumpang. Pramono mengungkapkan, hanya sekitar 11 hingga 14 TPU yang masih bisa dipakai tanpa harus menumpuk makam lama.

Data Distamhut punya angka yang lebih detail: 69 dari 80 TPU di Jakarta sudah penuh. Artinya, opsi pemakaman tumpang mungkin akan jadi hal yang biasa di masa mendatang sampai lahan-lahan baru itu benar-benar siap digunakan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar