Ribuan Pelajar Serukan RukunSamaTeman di CFD, Langkah Awal Perangi Perundungan

- Minggu, 23 November 2025 | 10:18 WIB
Ribuan Pelajar Serukan RukunSamaTeman di CFD, Langkah Awal Perangi Perundungan
Gerakan RukunSamaTeman Dimulai dengan Jalan Santai

Gerakan RukunSamaTeman Dimulai dengan Jalan Santai

Jakarta pagi itu tampak berbeda. Sekitar 250 pelajar dari berbagai sekolah memadati kawasan Gambir, mengawali Minggu dengan semangat yang tak biasa. Mereka adalah bagian dari gerakan RukunSamaTeman, sebuah inisiatif yang digagas bersama oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Ribuan langkah itu mulai bergerak dari halaman kantor KemenPPPA. Rutenya cukup panjang: menyusuri Jalan Medan Merdeka Barat, lalu ke Jalan MH Thamrin, berputar di Sarinah, sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Suasana pagi yang cerah seolah mendukung penuh acara ini.

Di tengah keriuhan peserta, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tampak antusias menyambut para pelajar. Ia dengan tegas menyatakan bahwa gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua bersepakat bahwa kerukunan adalah kunci kita untuk maju. Kita semua bersepakat bahwa dengan rukun, kita akan menjadi kuat dan sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, kita semua diajak oleh beliau untuk rukun sama teman,”

kata Mu’ti di sela-sela acara, Minggu (23/11).

Ia tak sekadar berharap acara ini jadi seremonial belaka. Menurutnya, ini adalah awal dari gerakan yang lebih besar, yang akan menyebar ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan KemenPPPA pun diyakini akan memperkuat dampaknya.

“Dan ini merupakan bagian dari gerakan yang akan kita laksanakan bersama-sama dengan seluruh komponen di kementerian, termasuk partner kami dengan PPPA agar ini menjadi bagian dari gerakan yang kita bangun di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,”

tambahnya dengan penuh keyakinan.

Harapannya jelas: gerakan ini bisa memperkuat solidaritas sosial di lingkungan pendidikan. “Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari usaha kita bersama untuk membangun Indonesia yang rukun, Indonesia yang damai, Indonesia yang kuat dan hebat,” lanjut Mu’ti.

Lebih Dari Sekadar Jalan Santai

Di balik kemeriahan acara, ada misi yang lebih mendalam. Mu’ti menjelaskan bahwa kampanye ini berkaitan erat dengan upaya memerangi bullying di sekolah. Tema RukunSamaTeman dipilih secara khusus, mengikuti arahan presiden.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk lebih memperkuat gerakan anti kekerasan di sekolah dengan tema yang sesuai dengan arahan Bapak Presiden, yaitu kita berusaha untuk tagline-nya adalah RukunSamaTeman,”

ujar Mu’ti.

Pendekatannya sendiri lebih bersifat kultural daripada struktural. Intinya adalah membangun budaya saling menghormati dan menerima perbedaan. Bukan dengan aturan yang kaku, tapi dengan menciptakan kebiasaan positif dalam interaksi sehari-hari.

“Ini adalah sebuah gerakan yang bersifat kultural dan tidak terlalu struktural. Untuk kita membangun budaya saling menghormati, saling menerima, dan juga saling berbagi, dan bersama-sama melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif untuk kita semua dapat memiliki hubungan sosial yang baik dan juga kehidupan dan lingkungan sekolah, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman,”

jelasnya panjang lebar.

Ia melanjutkan,

“Kita laksanakan kegiatan yang dengan pencanangan ini, kehidupan di lingkungan sekolah khususnya, dan di lingkungan sosial pada umumnya, dapat menjadi kehidupan yang aman, kehidupan yang nyaman dan damai.”

Tak hanya Mu’ti, Menteri PPPA Arifah Fauzi juga angkat bicara. Di kesempatan yang sama, ia menekankan pentingnya tema RukunSamaTeman dalam konteks yang lebih modern: mengingatkan anak-anak untuk tidak terus terpaku pada layar gawai mereka.

“Pagi ini Car Free Day dengan tema rukun sama teman, ini sebagai momentum yang sangat penting bagaimana kita mengingatkan kembali bahwa anak-anak kita harus diingatkan untuk selalu rukun dan punya waktu bersama teman. Tidak hanya asyik sendiri dengan gadgetnya masing-masing,”

tuturnya.

Pesan yang disampaikan jelas: di era digital ini, interaksi langsung dan kerukunan antar teman justru semakin penting. Acara jalan santai ini hanyalah pembuka. Perjalanan menuju sekolah yang bebas bullying dan penuh kerukunan masih panjang. Tapi setidaknya, langkah pertama sudah diambil.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar