Gus Yahya Bantah Terima Surat Ultimatum Mundur dari Ketua Umum PBNU

- Sabtu, 22 November 2025 | 20:12 WIB
Gus Yahya Bantah Terima Surat Ultimatum Mundur dari Ketua Umum PBNU
Update Gus Yahya

Pertemuan Penting di Surabaya, Gus Yahya Bicara Soal Surat Mundur

Suasana Hotel Novotel Samator di Surabaya pada Sabtu (22/11) malam tampak ramai. Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, terlihat hadir dalam rapat koordinasi para Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama se-Indonesia.

Ia tiba di lokasi sekitar pukul 19.35 WIB. Dengan kemeja putih polos dan peci hitam yang melekat pada penampilannya, Gus Yahya langsung menuju ruang makan begitu sampai.

Menurutnya, acara ini intinya untuk mempererat silaturahmi sekaligus jadi momen konsolidasi bagi para pimpinan PWNU.

“Silaturahmi, koordinasi pengurus organisasi,”

ucapnya singkat kepada para wartawan yang menunggu.

Namun begitu, ada satu topik yang tak terelakkan. Saat ditanya mengenai surat yang memintanya mundur dari jabatan Ketum PBNU, Gus Yahya mengaku belum menerima surat tersebut.

Perihal surat itu sendiri, kabarnya sudah ditandatangani oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, pada 20 November 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah yang melibatkan Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.

Isinya cukup tegas. Disebutkan bahwa KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari, hitung-hitungannya sejak keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU itu diterima.

Dan jika dalam batas waktu itu ia tak juga mengundurkan diri, konsekuensinya jelas: Rapat Harian Syuriyah PBNU akan memutuskan pemberhentiannya dari posisi tersebut.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar