Surabaya Gelar Job Fair, 200 Lowongan Disediakan Khusus untuk Penyandang Disabilitas

- Sabtu, 22 November 2025 | 11:30 WIB
Surabaya Gelar Job Fair, 200 Lowongan Disediakan Khusus untuk Penyandang Disabilitas
Job Fair Inklusif di Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya, lewat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), punya gebrakan baru. Mereka akan menggelar Job Fair khusus bagi para penyandang disabilitas yang ber-KTP Surabaya. Acara ini digelar bukan tanpa alasan. Ada lebih dari 200 lowongan kerja yang siap diperebutkan.

Rencananya, pameran lowongan kerja ini bakal dihelat pada 25 dan 26 November 2025 mendatang. Lokasinya tak jauh-jauh, yaitu di Gedung Wanita Chandra Kencana, Surabaya.

Menurut Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, inisiatif ini adalah bentuk perhatian serius pemerintah terhadap sekitar 6.000 hingga 7.000 penyandang disabilitas yang tinggal di Kota Pahlawan.

"Mereka membutuhkan kesempatan yang sama untuk bekerja, mengapresiasi diri, dan mendapatkan penghidupan yang layak," tegas Hebi, begitu ia biasa disapa, pada Sabtu (22/11).

Hebi menjelaskan, ratusan lowongan ini adalah buah kolaborasi antara Pemkot dengan sejumlah perusahaan, plus dukungan dari sponsor lewat program CSR. Memang, fokus penerimaan kali ini lebih condong ke disabilitas fisik. Tapi, mereka dengan kondisi seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, dan netra parsial juga sangat diharapkan kehadirannya. Beberapa posisi, contohnya di layanan pengiriman online, masih terbuka lebar untuk disabilitas tertentu.

“Bursa kerja ini diharapkan menarik partisipasi penuh. Untuk mempermudah proses, para pencari kerja disabilitas diwajibkan untuk mendaftar dan membuat akun terlebih dahulu melalui tautan bit.ly/daftarassik,” terangnya.

Nah, untuk persyaratannya, ada beberapa hal yang perlu dicatat. Pelamar wajib datang didampingi keluarga atau orang terdekat. Tujuannya jelas, agar mereka bisa paham betul dengan alur acara dan kriteria lowongan yang ada. Selain itu, mereka harus datang sesuai sesi yang tertera di barcode registrasi dan membawa dokumen lamaran lengkap, baik hardcopy maupun fotokopi. Yang menarik, pendampingan ini nantinya akan berlanjut sampai ke proses wawancara di perusahaan.

Ternyata, Job Fair ini bukan sekadar ajang temu pencari kerja dan perusahaan. Pemkot punya komitmen lebih. Bila ada penyandang disabilitas yang dapat peluang kerja tapi belum punya skill memadai, pemkot siap berikan pelatihan. Program ini bahkan sudah jalan, lho. Misalnya, melatih penyandang disabilitas netra jadi barista di bidang F&B. Upaya untuk menggandeng dukungan CSR guna mendanai program pelatihan semacam ini juga terus digenjot.

Di sisi lain, Hebi juga mengajak semua pencari kerja disabilitas untuk manfaatkan kesempatan ini. Ia sekaligus mengingatkan perusahaan-perusahaan di Surabaya soal aturan yang mewajibkan mereka menerima 1% penyandang disabilitas dari total karyawan.

“Partisipasi aktif semua pihak diharapkan dapat mendorong perusahaan lain untuk memenuhi kewajiban ini, sejalan dengan visi Pemkot Surabaya untuk menciptakan inklusivitas sejati di pasar kerja Surabaya,” pungkas Hebi menutup pembicaraan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar