.CO.ID, JAKARTA John Herdman, sang pelatih baru Timnas Indonesia, ternyata punya cara sendiri dalam membangun tim kepelatihannya. Gaya yang cukup berbeda, kalau boleh dibilang. Alih-alih memutuskan sendiri, pria asal Inggris itu justru melibatkan para pemain untuk memilih asisten pelatih, terutama untuk posisi asisten lokal.
Pendekatan ini memang jadi ciri khas Herdman sejak awal ia menangani skuad Garuda. Mantan pelatih Timnas Kanada itu terlihat tidak ingin bersikap otoriter. Baginya, suasana kolaboratif jauh lebih penting.
Nah, menurut kabar yang beredar, sejumlah pemain inti seperti Jay Idzes dan beberapa rekan lainnya akan dimintai pendapat. Suara mereka dianggap Herdman sebagai bahan pertimbangan serius sebelum keputusan final diambil. Ia percaya, masukan dari dalam tim adalah kunci untuk membangun solidaritas yang kuat.
"Belum, para staf akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan," ujar Herdman kepada media, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, "Kembali lagi, Anda perlu mengelolanya secara internal, menyaksikan staf di sini."
Menurut Herdman, proses ini memang tak bisa dipaksakan atau digesa-gesa. Semuanya butuh waktu. Ia ingin memastikan setiap langkah didasari oleh penilaian yang komprehensif, termasuk tentu saja, mendengar langsung dari para pemain yang nantinya akan bekerja sama dengan staf pelatih.
Tinjauan internal, begitu ia menyebutnya, adalah langkah krusial. "Anda perlu melakukan tinjauan internal untuk mendapatkan feedback dari para pemain," tegasnya.
"Mereka akan melakukan proses feedback untuk mendapatkan informasi," sambung Herdman.
Jadi, bagaimana mekanismenya? Masukan dari para pemain itu nantinya akan dikombinasikan dengan analisis teknis Herdman sendiri sebagai pelatih kepala. Dengan cara ini, keputusan yang lahir diharapkan lebih objektif dan, yang paling penting, bisa mendongkrak performa tim.
"Dengan informasi, saya bisa mengambil keputusan terbaik. Namun, informasi soal itu akan segera diumumkan," pungkasnya menutup pembicaraan.
Langkah ini jelas bukan sekadar formalitas. Ini adalah pernyataan filosofi. Herdman tampaknya benar-benar ingin membangun fondasi Timnas Indonesia dengan komunikasi yang terbuka dan keterlibatan aktif dari seluruh elemen, terutama pemainnya.
(Erfyansyah/)
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares