Gus Aam Wahib Wahab Apresiasi Umroh Mandiri
MURIANETWORK.COM Suatu angin segar bagi calon jamaah umroh. Kementerian Haji dan Umroh baru saja meresmikan payung hukum untuk Umroh Mandiri lewat UU PIHU No. 14 Tahun 2025. Langkah ini langsung disambut positif oleh Gus Aam Wahib Wahab. "Alhamdulillah Wasykurilah," ucapnya, mengungkapkan rasa syukur atas legalisasi tersebut.
Sebelumnya, aturan mewajibkan jamaah untuk berangkat melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau biro travel resmi. Namun begitu, aturan lama itu kini berubah. Kebijakan baru ini membuka jalan bagi umat Islam yang ingin mengatur perjalanan ibadahnya sendiri.
Gus Aam, putra mantan Menag KHM Wahib Wahab dan cucu pendiri NU KH Wahab Chasbullah, menyatakan dukungan penuhnya. Menurutnya, langkah pemerintah ini sangat tepat.
"Menurut kami, legalisasi Umroh Mandiri memberikan sejumlah keuntungan bagi umat Islam yang ingin menunaikan ibadah umroh," katanya kepada media, 21 November 2025.
Ia lantas memaparkan tiga keuntungan utama dari kebijakan baru ini.
Perencanaan Lebih Matang
Keuntungan pertama adalah soal perencanaan. Jamaah, terutama yang sudah pernah merasakan pengalaman umroh sebelumnya, kini bisa mengatur perjalanan sesuai waktu dan kesempatan yang mereka miliki. Semuanya bisa direncanakan dengan lebih matang.
Mereka yang sudah berpengalaman tentu lebih lihai mengurus segala kebutuhan administrasi seperti tiket, visa, dan paspor. Bahkan, mencari tiket pesawat dan penginapan di Tanah Suci pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Efisiensi Biaya yang Signifikan
Kedua, soal biaya. Gus Aam menekankan potensi penghematan yang cukup signifikan. Dengan umroh mandiri, jamaah bisa memangkas biaya yang biasanya harus ditanggung akibat margin keuntungan travel dan berbagai biaya operasional lainnya. Hemat, ya, tentu saja.
Fleksibilitas Waktu, Khususnya bagi Perempuan
Yang ketiga, fleksibilitas. Ini hal penting. Berbeda dengan paket travel yang jadwalnya sudah ditetapkan dan kaku, umroh mandiri memberi kebebasan penuh menentukan jadwal keberangkatan dan durasi ibadah.
Fleksibilitas ini terutama sangat berarti bagi jamaah perempuan. Mereka bisa mempertimbangkan siklus menstruasi agar bisa beribadah dengan optimal. Dengan begitu, tanggal keberangkatan bisa disesuaikan untuk menghindari periode haid saat berada di Tanah Suci.
Di sisi lain, jamaah juga punya kebebasan penuh memilih akomodasi hotel, maskapai, dan fasilitas lain sesuai anggaran dan preferensi pribadi. Semuanya jadi di tangan kita sendiri.
Di akhir pernyataannya, Gus Aam berpesan, "Semoga bermanfaat, silahkan mencoba melaksanakan ibadah umroh dengan Umroh Mandiri." (Ys)
Artikel Terkait
Kementan Pantau Pasokan dan Harga Daging-Telur Jelang Lebaran, Kondisi Umum Stabil
Air Terjun Kali Jodoh di Pinrang: Pesona Alam dan Mitos Pencarian Jodoh yang Ramai Dikunjungi
Tiga Buronan KKB Yahukimo Dibawa ke Jayapura untuk Proses Hukum
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India