Suasana haru dan duka masih terasa menyelimuti Desa Supiturang, Lumajang, Kamis lalu. Tangis warga pecah saat mereka menyaksikan langsung rumah-rumah mereka yang hancur diterjang erupsi Gunung Semeru. Beberapa bangunan benar-benar rata dengan tanah, hanya tersisa puing-puing yang berserakan.
Di sisi lain, meski status tanggap darurat bencana sudah ditetapkan Pemkab Lumajang, ternyata tidak serta merta menghentikan aktivitas warga. Mereka masih berusaha menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan. Dengan sisa tenaga, mereka mengais barang-barang miliknya yang masih utuh dari reruntuhan. Rasanya mustahil untuk langsung meninggalkan semuanya begitu saja.
Pemandangan itu sungguh memilukan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat bernaung, kini berubah menjadi tumpukan puing. Menurut sejumlah saksi, erupsi kali ini dampaknya jauh lebih dahsyat. Warga pun terpaksa mengungsi dengan beban seadanya, sambil berharap keadaan segera membaik.
Artikel Terkait
RSUD di Sumatera Kembali Beroperasi, Namun Sejumlah Puskesmas Masih Terhenti
Kongres Muhammadiyah 1930: Pesta Akbar di Tengah Badai Malaise
Pasca Banjir 2025, 15 Daerah di Aceh hingga Sumbar Masih Belum Pulih
Tito Desak Tambahan 15 Ribu Personel TNI-Polri untuk Bersihkan Lumpur Pascabencana Aceh