Sejak Mei 2025, kerja kerasnya sudah membuahkan hasil lebih dari 1.600 tanaman bidara. Mereka tak hanya menghiasi pekarangan rumahnya, tapi juga ditanam di sekitar sekolah Naziya. Bayangkan, dari tangan seorang anak kecil, ribuan tanaman telah tumbuh.
Untuk saat ini, Naziya memilih tidak menjual teh herbal buatannya. Ia lebih suka membagikannya dalam acara-acara warga. "Mungkin nanti akan jualan," katanya, "tapi sekarang masih fokus budidaya tanamannya dulu."
Selain teh, dalam waktu dekat ia berencana membuat masker dari bahan yang sama. Menurut informasi yang dia kumpulkan, daun bidara punya segudang khasiat. "Bisa untuk mencegah diabetes, mengobati insomnia, dan mencegah kolesterol jahat," imbuhnya penuh semangat.
Tentu saja, merawat bidara bukan perkara mudah. Cuaca Surabaya yang tak menentu jadi tantangan tersendiri. "Sebentar panas, tiba-tiba hujan," keluhnya. Belum lagi duri-duri tajam yang siap menusuk jari. Naziya mengaku sudah sering merasakan tusukan duri itu. Tapi, rasanya semua itu sepadan dengan manfaat yang didapat.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Hilang di Hutan Mamuju, Pencarian Gabungan Masih Berlangsung
Truk Skylift Dinas Perhubungan Gianyar Hangus Terbakar Diduga Akibat Korsleting
Peneliti IPB Kembangkan Pakan Probiotik Antikoksi untuk Dongkrak Produktivitas Ayam
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat