Fenomena Oramikir: Ketika Aktivitas Dijadikan Ukuran Utama Kesuksesan

- Kamis, 20 November 2025 | 06:20 WIB
Fenomena Oramikir: Ketika Aktivitas Dijadikan Ukuran Utama Kesuksesan

Konsep? Oramikir.

Begitulah kira-kira yang terjadi. Sebuah frasa yang belakangan viral, menggambarkan fenomena unik di lapangan. Bukan cuma sekadar lelucon, tapi sepertinya ini benar-benar mencerminkan realitas yang banyak kita lihat.

Perencanaan? Juga Oramikir.

Kalau dipikir-pikir, sering banget kan kita nemuin proyek atau program yang seolah jalan tanpa peta. Perencanaan yang matang? Sepertinya bukan prioritas utama. Yang penting langsung eksekusi, urusan nanti bagaimana… ya, itu urusan nanti.

Di sisi lain, ada semacam euforia untuk terlihat produktif. Ritme kerjanya cepat, tapi arahnya kadang kurang jelas. Bagaikan lari di tempat capeknya dapat, majunya belum tentu.

Lalu, Dampaknya?

Nah, ini yang bikin miris. Dampak lingkungan, sosial, atau ekonomi seringkali cuma jadi pertimbangan nomor sekian. Pokoknya asal kerja terus. Hasil? Bisa ditebak. Banyak yang berantakan, atau malah menimbulkan masalah baru.

Yang Penting: Kerja… Kerja… Kerja…

Filosofi "yang penting kerja" ini seperti sudah mendarah daging. Seolah-olah selama ada aktivitas yang terlihat, semuanya akan baik-baik saja. Padahal, tanpa konsep dan perencanaan yang jelas, kerja keras bisa jadi sia-sia.

Dan Inilah Hasilnya…

Silakan lihat sendiri. Sebuah unggahan di media sosial dengan gamblang menyoroti hal ini. Mulai dari konsep, perencanaan, hingga dampak semuanya dijawab dengan "oramikir". Frasa yang sederhana, tapi maknanya dalam banget.

👇👇

konsep? oramikir
perencanaan? oramikir
dampak? oramikir

yg penting: kerja….kerja….kerja…

Joel Picard (@sociotalker) November 19, 2025

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar