JK mendorong agar semangat kewirausahaan diperkuat untuk menciptakan kemandirian dan daya saing. Ia mengajak Muhammadiyah untuk meneladani Rasulullah SAW yang juga merupakan seorang entrepreneur sukses sejak usia muda. Menurutnya, kolaborasi antara kekuatan pendidikan dan jiwa wirausaha akan menghasilkan dampak yang lebih besar bagi perekonomian umat.
Latar Belakang Keluarga dan Apresiasi untuk Muhammadiyah
Dalam kesempatan itu, JK juga berbagi kisah tentang latar belakang keluarganya yang mencerminkan kerukunan, dengan menyebut akar keluarganya dari Nahdlatul Ulama dan Aisyiyah. Hal ini membentuk pandangannya yang moderat dan inklusif.
JK memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Muhammadiyah yang telah berkontribusi selama lebih dari satu abad. Ia menyoroti aset organisasi yang masif, termasuk lebih dari 100 universitas, hampir 200 rumah sakit, serta ribuan sekolah dan pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tanggung Jawab Moral Memajukan Pendidikan Nasional
JK mengingatkan tanggung jawab moral yang kini diemban Muhammadiyah. Dengan dijabatnya posisi menteri pendidikan oleh tokoh-tokohnya, Muhammadiyah dinilai memiliki peran sentral dalam memajukan pendidikan nasional. Ia menutup sambutannya dengan ucapan selamat dan harapan agar Muhammadiyah semakin kokoh memberikan kontribusi terbaiknya bagi Indonesia.
Artikel Terkait
Motor Terbakar di Tengah Perempatan Maros, Keluarga Selamat
Iran Ajukan Prasyarat Keras Jelang Pembicaraan dengan AS di Islamabad
Bank Dunia: Ekspor Komoditas dan Subsidi BBM Jadi Bantalan Ekonomi Indonesia
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta